JAKARTA, KOMPAS.com - Pedagang daging di Jabodetabek dipastikan akan mogok berjualan mulai Kamis (22/1/2026).
Aksi mogok ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga sapi hidup dan karkas yang dinilai tidak terkendali.
“Ya, kami akan mogok berjualan,” ujar Sekretaris DPD Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta, Tubagus Mufti Bangkit Sanjaya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (21/1/2026).
Baca juga: Prabowo Minta Lauk MBG Diganti Daging Sapi hingga Telur Puyuh Jelang Nataru
Tuntutan utama para pedagang adalah agar pemerintah harus mampu mengendalikan harga sapi hidup dan karkas.
Mereka khawatir harga yang terus naik akan membuat pedagang tidak bisa lagi menjual daging kepada konsumen karena merugi.
“Tuntutannya, pertama harga sapi hidup dan karkas bisa dikendalikan oleh pemerintah sehingga tidak menyentuh harga yang para pedagang tidak bisa menjual kembali kepada konsumen karena itu pedagang merugi,” jelasnya.
Mufti menambahkan, aksi mogok para pedagang daging sapi akan berlangsung selama tiga hari.
Baca juga: Unik di PRJ 2025: Ada Vending Machine Daging Sapi-Ayam Mulai Rp 20.000
Adapun wilayah yang ikut mogok masih akan dipantau, karena ada beberapa forum yang tidak setuju dengan langkah tersebut.
“Kita lihat besok mas. Klo himbauan iya Jabodetabek tp ada bbrp forum yg Tidak setuju,” lanjutnya.
Aksi mogok ini diprediksi dapat mempengaruhi pasokan daging di wilayah Jabodetabek, terutama jika aksi berjalan sesuai rencana dan melibatkan banyak pedagang.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang