Terobosan Jamkrindo Syariah Perkuat Ekosistem Penjaminan Syariah Berkelanjutan pada 2026

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PT Jamkrindo Syariah mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dan menjadikannya sebagai pijakan untuk melakukan penajaman strategi pada 2026.

Pemegang Saham Pengendali mengapresiasi kinerja jajaran komisaris, direksi, dan seluruh insan perusahaan, seraya mendorong fokus baru yang menekankan eksekusi lebih presisi dan berdampak guna memperkuat keberlanjutan ekosistem penjaminan syariah.

BACA JUGA: Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025, Jamkrindo Syariah Perkuat Strategi di 2026

Plt Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari selaku Pemegang Saham Pengendali PT Jamkrindo Syariah mengatakan perubahan fokus tersebut diperlukan untuk merespons dinamika industri penjaminan yang semakin kompetitif, perkembangan regulasi serta percepatan transformasi digital.

Menurutnya, perusahaan tidak lagi cukup hanya mengejar pertumbuhan, tetapi harus memastikan kualitas pertumbuhan agar berkelanjutan.

BACA JUGA: Gandeng Kejaksaan RI, Jamkrindo Perkuat Ekosistem Pelatihan Pidana Kerja Sosial di Jatim

“Tahun 2026 bukan tahun untuk sekadar melanjutkan, melainkan untuk mengeksekusi dengan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih berdampak,” ujar Abdul Bari dalam Rapat Kerja Nasional PT Jamkrindo Syariah 2026 di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Dia menjelaskan capaian kinerja sepanjang 2025 menjadi fondasi penting untuk memasuki fase berikutnya.

BACA JUGA: Gandeng Kejaksaan & Pemprov Kaltim, Jamkrindo Perkuat Ekosistem Pelatihan Pidana Kerja Sosial

Namun, Abdul Bari mengingatkan bahwa pertumbuhan yang tidak disertai kualitas justru berpotensi menimbulkan risiko di masa depan.

“Pertumbuhan tanpa kualitas pada akhirnya akan menjadi beban klaim, beban reputasi, beban modal, dan beban moral organisasi,” katanya.

Oleh karena itu, Jamkrindo Syariah akan melakukan penataan ulang atau reshaping organisasi agar lebih fokus, tajam, dan relevan dengan tantangan bisnis ke depan.

Abdul Bari menegaskan reshaping bukan dilakukan karena strategi sebelumnya keliru, melainkan sebagai respons atas perubahan lingkungan bisnis yang bergerak semakin cepat.

“Reshaping berarti membentuk ulang—bukan karena yang lama tidak baik, tetapi karena dunia bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Selain penajaman fokus bisnis, perusahaan juga mendorong perubahan cara kerja dengan menempatkan disiplin eksekusi sebagai ukuran utama kinerja.

Menurut Abdul Bari, perencanaan yang baik tidak akan bermakna tanpa pelaksanaan yang konsisten di lapangan.

“Keunggulan itu tidak datang dari rencana yang indah, melainkan dari eksekusi yang disiplin dan SDM yang berdaya,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Jamkrindo Syariah mendorong pola kepemimpinan yang lebih operasional, di mana pemimpin berperan sebagai coach.

Setiap program diarahkan memiliki penanggung jawab yang jelas, target terukur, serta mekanisme pemantauan yang konsisten.

Kolaborasi antara kantor pusat, wilayah, dan cabang juga diperkuat agar strategi tidak berhenti pada tataran perencanaan.

Perubahan fokus pada 2026 turut disertai penguatan manajemen risiko berbasis data dan analytics. Abdul Bari menilai, pengambilan keputusan bisnis ke depan tidak lagi memadai jika hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman.

“Keputusan bisnis di masa depan tidak lagi cukup berbasis intuisi dan pengalaman semata, melainkan harus data-driven,” ujarnya.

Pemanfaatan data diharapkan menjadi bagian dari budaya kerja, mulai dari tahap perencanaan, eksekusi, hingga pemantauan portofolio serta deteksi dini potensi klaim.

Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan.

Di sisi lain, tata kelola dan integritas tetap ditempatkan sebagai fondasi utama keberlanjutan.

Abdul Bari menegaskan bahwa kepercayaan merupakan aset strategis dalam industri penjaminan syariah.

“Pertumbuhan yang excellence hanya dapat dicapai apabila didukung oleh tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap ketentuan, serta integritas seluruh insan perusahaan tanpa kompromi,” katanya.

Dengan penajaman strategi tersebut, PT Jamkrindo Syariah menargetkan 2026 sebagai momentum untuk memperkuat perannya dalam ekosistem penjaminan syariah nasional sekaligus memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Rapat Kerja Nasional PT Jamkrindo Syariah 2026 dihadiri oleh Pemegang Saham Pengendali, jajaran direksi dan komisaris, pimpinan kantor wilayah serta pimpinan cabang, sebagai bagian dari upaya menyelaraskan arah dan memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis ke depan.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tambang Batu Bara Terakhir di Ceko Tutup Usai 250 Tahun Beroperasi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolri Launching Direktorat PPA dan PPO, MenPAN-RB: Negara Hadir Lindungi Kelompok Rentan!
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Laporan Liputan6.com dari London: Prabowo Ungkap Visi Besar Pendidikan Indonesia di Depan Akademisi Inggris
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Polri Buka Pendidikan Sespimti-Sespimmen,Diikuti TNI hingga Mancanegara
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Wali Kota Madiun Jadi Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi, Begini Konstruksi Perkaranya
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.