JAKARTA, DISWAY.ID - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih ibarat gunung es.
Dikatakannya, kasus yang muncul ke permukaan belum menggambarkan kondisi sebenarnya yang terjadi di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Parah! Polisi Bongkar Peredaran Tramadol di Tangerang, Dua Pemuda Diringkus
BACA JUGA:Anies Punya Kendaraan Politik Baru, NasDem Kasih Selamat
Menurutnya, masih banyak korban yang memilih diam karena berbagai faktor, mulai dari stigma sosial, rasa takut, hingga trauma berlapis ketika hendak melapor ke aparat penegak hukum.
"Karena kita tahu bahwa tidak mudah membuat masyarakat yang menjadi korban ini mau melapor. Ada masalah stigma, keraguan apakah kasusnya dilayani, dan sering kali dianggap sebagai aib apabila dilaporkan," katanya kepada awak media, Rabu 21 Januari 2026.
Diungkapkannya, penanganan yang kurang tepat justru bisa menimbulkan trauma baru bagi korban.
"Kadang kala mereka merasa apabila penanganannya tidak pas, ini akan menimbulkan trauma-trauma baru karena mereka bisa menjadi korban yang kedua kali," ungkapnya.
BACA JUGA:Panduan Penukaran Uang Baru 2026 di BI untuk Persiapan Lebaran: Jadwal, Lokasi, dan Persyaratannya
Kapolri menekankan bahwa persoalan utama bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan korban agar berani bicara dan melapor.
Namun, dengan kehadiran Direktorat PPA dan PPO, situasi perlahan mulai berubah. Kelompok rentan kini mulai memahami bahwa mereka memiliki hak untuk dilindungi dan dilayani oleh negara.
"Alhamdulillah, atas kerja keras seluruh jajaran Direktorat PPA dan PPO, masyarakat mulai memahami, khususnya korban dari kelompok rentan, bahwa mereka memiliki hak untuk dilindungi saat menjadi korban kekerasan yang selama ini disembunyikan," ujarnya.
Salah satu upaya yang disorot Kapolri adalah kampanye Rise and Speak yang telah digelar di 11 kota dan melibatkan sekitar 6.800 peserta.
Program tersebut dinilai efektif mendorong korban agar berani melapor serta mematahkan budaya diam.
BACA JUGA:Viral 'Susu UHT Rekombinasi' di MBG, Kepala BPOM: Yang Penting Aman, Bergizi, dan Bermutu
- 1
- 2
- »





