tvOnenews.com - Kabupaten Bekasi merupakan daerah dikenal sebagai kota industri. Wilayah ini juga menjadi penyanggah Ibu Kota.
Merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Bekasi memiliki 23 kecamatan. Di dalamnya terdapat sebanyak 187 desa/kelurahan yang menyebar di seluruh daerah Bekasi.
Di antara daerah Bekasi, terdapat kampung yang menyimpan kisah latar sejarah tanah lahir para jawara dan preman. Ya, apalagi kalau bukan Kampung Gabus.
Kampung Gabus merupakan wilayah bekas kampung tua di bagian ujung utara Bekasi. Wilayah ini tidak sekadar sebagai strategis di Tambun Utara, tetapi memiliki sejarah kuat sebagai tanah para jawara dan preman pada masa lalu.
- tvOneNews
Berdasarkan hasil penelusuran Tim tvOne di lapangan, Kampung Gabus terletak di Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kampung ini mencakup di beberapa area administratif, yaitu Desa Sriamur, Desa Srijaya, Desa Srimukti, dan Desa Srimahi.
Keempat desa yang menjadi cakupan Kampung Gabus telah terbentuk sejak tahun 1940-an. Pada zaman itu, wilayah ini berada di area Sungai Bekasi.
Mayoritas wilayah Kampung Gabus di masa lalu terletak di rawa-rawa dan sungai. Kondisi inilah menjadi cikal bakal dinamai Kampung Gabus karena kala itu menjadi habitat ikan gabus.
Seiring berjalannya waktu, Kampung Gabus berubah menjadi pemukiman agraris. Namun begitu tetap berdampingan dengan sawah dan rawa yang subur.
Karena lingkungan ini agak terisolasi dari pusat kota, hal ini membentuk karakter masyarakat Gabus sangat mandiri, tegas, keras hingga berani. Terutama dalam urusan menjaga wilayahnya sendiri.
Tokoh Masyarakat Kampung Gabus, HK Damin Sada menceritakan kisah masa lalunya. Saat itu Kampung Gabus melekat dengan julukan Kampung Jawara pada 1970-an.
"Pada tahun 70-an, waktu itu saya umur 5 tahun. Kalau orang dulu bilang banyak tukang judi. Yang rampok, nyolong atau perempuan ada," ungkap HK Damin saat diwawancarai Tim tvOne dikutip, Rabu (21/1/2026).
Identitas warga Kampung Gabus lebih condong pada Betawi. Tradisi Betawi lahir di wilayah ini karena dahulu banyak tokoh jawara atau pendekar Betawi yang lahir dan tumbuh di sana.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/4214314/original/049594200_1667531813-011056000_1662971922-Bus_Transjakarta_Kembali_Beroperasi_24_Jam-merdeka-5.jpg)