HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Endang Sari menyampaikan, pada dasarnya partai politik itu bisa memiliki napas panjang jika sudah terinstitusionalisasi dengan baik.
Hal itu merupakan catatan pertama yang harus diselesaikan semua partai politik, khususnya bagi yang baru saja lahir. Jika hanya mengandalkan kekuatan satu figur sentral saja, itu artinya partai tersebut masih butuh diuji lebih jauh apakah bisa bertahan dan fight dalam waktu panjang atau tidak.
“Partai ini, kan, membawa ketokohan Anies Baswedan, landsekapnya di sana. Tetapi PR-nya banyak, karena kalau ingin bersikap lebih baik, sesuai harapan dan tujuan partainya, maka tantangannya, ya, bagaimana menginstitusionalisasi partai ini. Harus melembagakan partai lebih profesional,” ujar Endang, Rabu, 21 Januari 2026.
Hal pertama yang harus diselesaikan adalah memperjelas konsep ideologi mereka seperti apa. Setelahnya, partai ini harus mulai membangun kedekatan dengan rakyat yang direpresentasikan sebagai pemilik saham terbesar dalam partai.
Kedua, untuk bisa terlembaga dengan baik, partai harus lepas dari bayang-bayang elite. Sebab yang harus bekerja adalah kader sesuai dengan sistem yang berjalan di dalam partai tersebut.
“Artinya, memang tantangannya harus menyesuaikan diri dan semua pengurus sudah tersusun, mulai dari tingkat pusat, provinsi, sampai di tingkat ranting. Itu PR terbesarnya,” imbuhnya.
Ketiga, persoalan administrasi juga harus segera dipenuhi, agar bisa melewati proses verifikasi di KPU pada saat akan ditetapkan sebagai peserta Pemilu. Sehingga, bagi partai baru memang butuh energi besar, tidak cukup dengan mengandalkan ketokohan satu orang saja.
“Jadi kekuatan finansial juga harus kuat untuk menopang, karena ini terkait dengan cost dalam membentuk organisasi sampai di tingkat ranting,” katanya.
Pembentukan struktur ke daerah butuh anggaran administrasi yang tidak sedikit. Kelima, mereka perlu merapikan rumusan strategi elektorat untuk memenangkan Pemilu, membangun nilai partai, dan menanamkan ideologi. Hal itu juga vital.
Akan tetapi, untuk modal koalisi, nama besar Anies dianggap cukup menjanjikan. Dia sudah punya rekam jejak bagus dalam politik, mulai dari posisi menteri hingga gubernur, dan yang terbaru menjadi penantang kuat Prabowo Subianto.
Sehingga, kehadiran Anies bisa menjadi nilai tawar lebih bagi partai politik yang lainnya. Namun, sekali lagi, ketokohan Anies harus ditopang dengan kinerja seluruh kader dan ditopang dengan kekuatan finansial yang cukup.
“Tentu dengan rekam jejak Pak Anies itu bisa menjadi daya jual sendiri, nilai tawarnya cukup bagus, apalagi kalau melihat rekam jejak karier politiknya. Tapi, itu tadi, butuh struktur yang rapi, ideologi tertanam pada kader, dan finansial partai sehat. Kalau itu tuntas, maka mereka punya jalan untuk bisa keluar sebagai pemenang,” ungkapnya.
Dengan begitu, meski partai ini masih baru, bukan berarti mereka tidak punya peluang menang. Semua hanya akan ditentukan dengan pola kerja dan segala hal yang dibutuhkan untuk menunjang kinerja partai berjalan maksimal.
“Jadi meskipun baru, bukan berarti tidak punya peluang. Tetapi, ya, itu tadi, tantangannya sangat besar. Sehingga, mereka harus memastikan pekerjaan partai berjalan baik dan segala kebutuhannya tercukupi dengan maksimal,” tutupnya. (wid/zuk)
ENDANG SARI



