Pakar: Ancaman Tarif Trump ke Eropa Bagian dari Kompetisi Kekuatan Global yang Irreguler

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Washington, Selasa (26/8/2025). (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional, Wibawanto Nugroho menilai strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan ancaman kenaikan tarif dagang terhadap negara-negara Eropa tidak bisa dilepaskan dari konteks irregular great power competition yang tengah berlangsung di tingkat global. 

Dalam situasi tersebut, Greenland dinilai telah berubah menjadi battle space baru dalam persaingan Amerika Serikat dengan China dan Rusia, meski dunia berada dalam fase damai.

Menurut Wibawanto, kompetisi kekuatan besar saat ini bersifat tidak reguler karena berlangsung tanpa deklarasi perang, tetapi sarat tekanan ekonomi, politik, dan strategi militer jangka panjang. 

Baca Juga: Mengapa Trump Incar Greenland? Pakar Geopolitik: Jaga Kekuatan Militer dan Ekonomi AS

Ancaman tarif terhadap Eropa, kata dia, bagian dari instrumen tekanan tersebut.

“Jadi di balik ini semua background-nya adalah irregular great power competitions yang terjadi di masa damai saat ini ya,” kata Wibawanto dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Rabu (21/1/2026).

Persaingan Ruling Power dan Rising Power

Wibawanto menjelaskan, dalam sejarah lima abad terakhir, persaingan antara ruling power dan rising power kerap berujung konflik terbuka. 

Dari sejumlah kasus historis, hanya sebagian kecil yang tidak berakhir perang.

“Di mana antara rising power dan ruling power itu, kalau selama 5 abad terakhir itu, chance-nya itu 20 dari 16 persaingan ruling dan rising power itu, empat itu tidak berakhir perang. Empat berakhir perang. Jadi ada chance akan perang," ungkapnya.

"Nah, sehingga kompetisi itu begitu irreguler sekarang terutama Amerika versus China dan Rusia ya," kata Wibawanto.

Dalam kerangka ini, Amerika Serikat diposisikan sebagai ruling power yang berupaya mempertahankan dominasinya, sementara China dan Rusia dilihat sebagai kekuatan yang tengah bangkit dan menantang tatanan lama.

Baca Juga: Analisis Praktisi HI soal Trump Ngotot Ingin 'Caplok' Greenland, Perang Dunia III Mungkin Terjadi?

Dalam konteks kompetisi tersebut, Wibawanto menilai Greenland tidak lagi sekadar wilayah geografis atau isu bilateral antara Amerika Serikat dan Denmark.

Greenland telah berubah menjadi ruang pertarungan strategis dalam kompetisi global yang lebih luas.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Trump tarif Eropa
  • Greenland AS Eropa
  • kompetisi kekuatan global
  • irregular great power competition
  • offensive realism
  • neorealisme
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Yamaha Rilis TMAX Special Livery, Cek Desainnya!
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Laut Sulawesi, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Ini Penampakan Karung Berisi Gepokan Uang Diduga Hasil Pemerasan Bupati Pati Sudewo
• 11 menit lalurctiplus.com
thumb
Menhaj: Petugas Haji TNI-Polri Berjumlah 183 Orang, Naik 100% dari 2025
• 20 jam laludetik.com
thumb
Hadiri RDP di Komisi II DPR, Gubernur Papua Mathius Fakhiri Sampaikan 6 Isu Strategis Kawasan Perbatasan
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.