Warga Perumahan Subsidi Bekasi Minta Dedi Mulyadi Normalisasi Kali Sepak Gabus

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Warga Perumahan Arafah Village, Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk melakukan normalisasi Kali Sepak Gabus.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengatasi banjir kawasan perumahan bersubsidi tersebut.

Ketua RT 06 Perumahan Arafah Village, Firdaus, mengatakan normalisasi Kali Sepak sebelumnya baru dilakukan hingga sekitar kawasan Pasar VGH dan belum menjangkau seluruh aliran sungai.

“Pak KDM (Kang Dedi Mulyadi) mohon dibantu warga Gabus. Normalisasi Kali Sepak belum tuntas dari hulu sampai ke hilir. Mohon bantuannya agar bisa dinormalisasi sampai tuntas,” ujar Firdaus saat ditemui Kompas.com, Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Dijanjikan Bebas Banjir, Perumahan Subsidi di Bekasi Malah Terendam 1 Meter

Menurut Firdaus, banjir yang merendam wilayahnya disebabkan oleh Kali Sepak yang belum dinormalisasi secara menyeluruh, terutama pada bagian hilir.

“Permasalahan itu timbul dari Kali Sepak yang belum dinormalisasi semuanya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, aliran Kali Sepak mulai dari gorong-gorong yang berada di depan Perumahan Arafah Village hingga ke hilir belum pernah dinormalisasi.

“Harapan kami warga Arafah, gorong-gorong itu dibongkar, dinormalisasi sampai ke hilir. Bila perlu diturap atau dipondasi pinggirannya satu meter,” kata Firdaus.

Firdaus menilai, jika upaya tersebut dilakukan secara serius oleh pihak pengembang bersama pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi, risiko banjir di lingkungan perumahan dapat ditekan.

Warga Kecewa

Sebelumnya, sejumlah warga Perumahan Arafah Village mengaku kecewa hingga menyesal setelah kawasan yang baru beberapa bulan mereka tempati terendam banjir.

Padahal, sebelum membeli rumah, kawasan tersebut disebut bebas banjir.

Arjit (29), salah satu warga, mengatakan dirinya baru sekitar lima bulan tinggal di perumahan tersebut.

Ia mengaku kaget sekaligus khawatir karena informasi yang diterimanya menyebutkan kawasan tersebut aman dari banjir.

“Pastinya saya kaget, cuma ya mau gimana lagi. Kalau dibilang khawatir ya khawatir. Sampai sekarang pun barang-barang di rumah tidak ada yang menyentuh tanah, takutnya lagi enak-enak tidur tiba-tiba banjir,” ujar Arjit.

Baca juga: Perumahan Subsidi di Bekasi Tiga Kali Terendam Banjir, Terparah Januari 2026

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Arjit menambahkan, hingga kini belum ada sikap maupun pertanggungjawaban dari pihak pengembang, baik berupa permintaan maaf maupun langkah konkret pascabanjir.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Eks Wamenlu Ingatkan RI Harus Berani Bilang "Tidak" ke Amerika Serikat
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pacu Ekspansi Bisnis, Cimory (CMRY) Dirikan Anak Usaha Baru
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Real Madrid Vs Monaco 6-1: Alvaro Arbeloa Puji Komitmen dan Kebangkitan Trio Lini Depan
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jenazah Florencia Pramugari Korban Pesawat ATR 42-500 Akan Diterbangkan ke Jakarta Sore Ini
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Tambah Gerai ke-30, Restoran Sambal Bakar Ini Buka di Senen
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.