Swiss, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss pada Rabu, 21 Januari 2026 malam waktu setempat.
Berdasarkan pantauan VIVA di lokasi, Presiden Prabowo tiba sekitar pukul Rabu, 21 Januari 2026 sekitar pukul 17.50 waktu setempat.
Kedatangan Prabowo di Bandar Udara Internasional Zurich disambut oleh Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss, Y.M. I Gede Ngurah Swajaya dan Atase Pertahanan KBRI Paris, Marsma TNI Hendra Gunawan.
Selama kunjungan di Swiss, Prabowo dijadwalkan akan menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos dan menyampaikan pidato khusus.
Di laman resmi World Economic Forum, pidato khusus (special address) Presiden Prabowo dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET). Dalam acara tersebut, Prabowo juga dijadwalkan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.
- Yeni Lestari/VIVA
"Di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Minggu, 18 Januari 2026.
"Presiden Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara," ujarnya.
Sebagai informasi, World Economic Forum (WEF) merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama, untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.
World Economic Forum sendiri selaku penyelenggara, merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank yang berpusat di Cologny, Jenewa, Swiss.
Dalam World Economic Forum tahun ini, pemimpin negara lainnya yang juga menyampaikan pidato secara khusus, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.



