BANDUNG, KOMPAS.TV - Cuaca buruk yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai terasa dampaknya di pasar tradisional.
Sejumlah harga sayuran mengalami kenaikan, sementara sebagian komoditas lain justru menunjukkan tren penurunan.
Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Surabaya hingga Bandung, dan berimbas pada menurunnya jumlah pembeli.
Pedagang mengakui, meski ada komoditas yang turun harga, kenaikan pada sayuran tertentu tetap membuat konsumen menahan belanja.
“Pembelinya juga agak berkurang,” ujar salah satu pedagang dalam siaran Sapa indonesia Siang KompasTV, Rabu (21/1/2026).
Daftar Harga Sayuran di Pasar Duku Kupang, Surabaya, Jatim
Baca Juga: 7 Perjalanan Kereta Dibatalkan, PT KAI Buka Loket Refund Tiket 100 Persen | IU
Berikut pergerakan harga sayuran yang terpantau di Pasar Duku Kupang, Surabaya, Jawa Timur:
- Bayam
- Normal: Rp1.500 per ikat
- Sekarang: Rp2.000 per ikat
- Sawi hijau
- Normal: Rp1.000–Rp1.500 per ikat
- Sekarang: Rp3.000 per ikat
- Wortel
- Sekarang: Rp15.000 per kg
- (Mulai turun, namun masih di atas harga normal)
- Cabai merah – mulai turun
- Bawang merah – mulai turun
Sementara itu, sawi putih dan kol terpantau relatif stabil. Namun berbeda dengan komoditas lainnya, timun justru mengalami kenaikan harga akibat pasokan terbatas dan faktor cuaca.
Harga Pangan di Pasar Kosambi, Bandung, Jabar
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- harga sayur
- harga pangan
- pasar tradisional
- cuaca buruk
- surabaya
- bandung




