MerahPutih.com - Pemerintah Jerman masih ragu bergabung memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza
Alasannya, Jerman belum sepakat dengan format lembaga bentukan Trump itu. Berdasarkan laporan majalah Der Spiegel, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Jerman masih mengkaji kesesuaian lembaga itu dengan hukum internasional.
“Kami menekankan pentingnya instrumen yang sejalan dengan kerangka global,” tulis laporan Der Spiegel, dikutip Kamis (22/1).
Baca juga:
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
Jerman Hargai Undangan Presiden TrumpJuru bicara pemerintah Jerman, Stefan Cornelius, menyatakan negaranya menghargai undangan AS untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian.
“Jerman akan mempertimbangkan partisipasinya jika mekanisme dewan itu terbukti mematuhi aturan internasional yang berlaku,” imbuh Cornelius, dikutip Antara
Dewan Perdamaian Gaza diumumkan Trump pada 16 Januari dengan melibatkan sejumlah tokoh, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, menantu Trump Jared Kushner, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Presiden Bank Dunia Ajay Banga juga disebut akan dilibatkan. Trump bahkan memperluas undangan ke sejumlah kepala negara, termasuk Rusia dan Belarus, untuk bergabung.
Baca juga:
China Tolak Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump Gantikan PBB
Rusia dan China Menolak GabungPada November 2025, Dewan Keamanan PBB telah mengesahkan resolusi usulan AS untuk mendukung rencana komprehensif Trump dalam menyelesaikan konflik Gaza.
Dalam forum itu, 13 dari 15 anggota DK-PBB menyatakan setuju, sementara Rusia dan China memilih abstain terkait usulan yang diajukan Presiden Trump
Rencana AS mencakup pembentukan administrasi internasional sementara di Gaza, pembentukan Dewan Perdamaian yang diketuai Trump, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional. (*)

/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2023%2F12%2F05%2Fdf26690e-40ad-4d58-a6d0-2225af4a1ed3_jpg.jpg)


