JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, anggaran penanganan bencana Sumatera untuk pendidikan masih kurang sekitar Rp 4,94 triliun.
Kekurangan anggaran ini disampaikannya saat rapat dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Ia memerinci, secara keseluruhan, Kementerian Dikdasmen memerlukan anggaran sebesar Rp 5,03 triliun yang akan digunakan untuk dukungan layanan pendidikan selama masa pemulihan, saranan dan peralatan pendidikan, tunjangan khusus guru, dan rekonstruksi serta rehabilitasi satuan pendidikan.
"Dari total kebutuhan tersebut, (Kemendikdasmen) telah menyalurkan bantuan sebesar Rp 94,84 miliar pada akhir tahun 2025 sehingga masih terdapat kekurangan anggaran di luar yang telah disalurkan sebesar Rp 4,94 triliun," kata Abdul Mu'ti, Rabu.
Baca juga: Prabowo Bertemu PM Inggris, Bahas Kerja Sama Maritim hingga Pendidikan
Pria yang karib disapa Abe ini menuturkan, anggaran Kemendikdasmen telah disalurkan berbagai bentuk bantuan kepada korban bencana.
Bantuan tersebut meliputi 27.000 paket school kit untuk peserta didik, 168 unit tenda pembelajaran darurat, 147 unit ruang kelas darurat, dan dana operasional pendidikan darurat untuk 1.339 satuan pendidikan.
Lalu, tunjangan guru terdampak bencana bagi 16.467 guru, dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan, dan 147.670 buku untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran.
"Semoga seluruh bantuan itu dapat mendukung kebutuhan anak-anak kita untuk tetap mendapatkan hak pendidikannya meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas," bebernya.
Adapun sebagai respons cepat, pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran Menteri yang dilengkapi dengan petunjuk teknis penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.
Baca juga: Kejagung Minta Tambahan Anggaran Rp 7,49 Miliar agar Penanganan Perkara Tak Terhenti
Kebijakan ini, lanjutnya, menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pembelajaran pada semester genap tahun ajaran 2025-2026 yang dimulai pada 5 Januari 2026 dengan pendekatan yang adaptif terhadap kondisi lapangan.
Berdasarkan data sementara, bencana Sumatera telah berdampak pada 4.549 satuan pendidikan.
Hal ini berimplikasi pada terganggunya layanan pendidikan bagi sekitar 657.193 peserta didik serta aktivitas pembelajaran oleh 56.882 guru.
"Penanganan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, perlindungan peserta didik dan pendidik, serta percepatan pemulihan pembelajaran pasca bencana," tandas dia.
Baca juga: Cerita Anwar Usman Saat Jatuh Sakit: Tergeletak di Lantai, Mengira Sudah Hilang
Selain itu, sebagai upaya percepatan pelaksanaan rehabilitasi satuan pendidikan, ia pun telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama pada 49 satuan pendidikan di Provinsi Aceh per tanggal 15 Januari 2026.
Total bantuan yang disalurkan untuk program ini sebesar Rp 54,53 miliar.
"Proses penandatanganan PKS akan terus dilaksanakan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dengan proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap," tandas Abe.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang




