Bertemu NATO, Trump Ungkap Sudah Ada Kesepakatan Kerja soal Greenland

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Davos -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mencapai kerangka kesepakatan yang memuaskannya mengenai Greenland. Trump mengatakan kesepakatan itu bersifat jangka panjang.

Dilansir AFP, Kamis (22/1/2026), Trump hanya memberikan sedikit detail mengenai kesepakatan itu. Dia bungkam tentang apakah kesepakatan itu juga tentang kendali AS atas pulau Arktik tersebut.

Trump melakukan perubahan haluan yang mengejutkan setelah pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Forum Ekonomi Dunia di resor ski Swiss, Davos.

"Kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

Baca juga: Trump Sebut Tak Akan Gunakan Kekerasan untuk Rebut Greenland

Trump mengatakan bahwa ia akan membatalkan tarif hingga 25 persen yang telah ia janjikan beberapa hari lalu untuk diberlakukan mulai 1 Februari terhadap Denmark serta sekutu-sekutu Eropa yang telah mengirim pasukan ke Greenland sebagai bentuk solidaritas, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman.

Ia kemudian mengatakan kepada wartawan dari berbagai media termasuk AFP bahwa kesepakatan tersebut "mendapatkan semua yang kami inginkan" dan akan berlaku "selamanya".

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan mendapatkan kedaulatan atas pulau itu, Trump ragu-ragu dan kemudian berkata, "Ini adalah kesepakatan jangka panjang yang paling utama."

"Saya pikir ini menempatkan semua orang pada posisi yang sangat baik, terutama yang berkaitan dengan keamanan, mineral, dan segala hal lainnya," kata Trump.

"Ini adalah kesepakatan yang disambut baik oleh banyak orang, benar-benar fantastis bagi AS, mendapatkan semua yang kami inginkan," imbuhnya.

Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan bahwa sekutu akan membahas kerangka kerja yang menanggapi klaim Trump bahwa pulau itu tidak terlindungi dari Rusia atau China.

"Negosiasi antara Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat akan terus berlanjut dengan tujuan untuk memastikan bahwa Rusia dan China tidak pernah mendapatkan pijakan-secara ekonomi atau militer-di Greenland," kata Hart.

Baca juga: Iran Ancam Konfrontasi Habis-habisan Jika Diserang AS!




(lir/lir)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
China Kenalkan Sinong, Model AI Pertanian untuk Dorong Inovasi Ketahanan Pangan-Melek Teknologi
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemulihan Pascabencana di Aceh Terus Berjalan, Akses Desa Mulai Pulih
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Rizal Fadillah: SP3 Eggy Sudjana Tidak Sah Secara Hukum
• 40 menit lalufajar.co.id
thumb
PSSI Akan Umumkan Apparel Baru Timnas Indonesia pada Jumat
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemakaian Dana SAL Diperketat, Ruang Gerak Pemerintah Menyempit
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.