Usai Lawatan London, Prabowo Bertolak ke Davos Hadiri WEF

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita

LONDON – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) setelah merampungkan seluruh agenda kenegaraan di London, Inggris, Rabu 21 Januari 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, bahwa Prabowo dijadwalkan berbicara di hadapan lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia.

“Intinya, besok tanggal 22 Januari, Bapak Presiden akan ke Davos, Swiss, untuk mengikuti World Economic Forum. Beliau akan berbicara di forum yang dihadiri lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan besar dunia,” ungkap Seskab Teddy.

Teddy menjelaskan, bahwa Prabowo akan memaparkan konsep-konsep ekonomi yang telah diterapkan sebelum dan setelah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Beliau akan menceritakan hasil-hasil yang telah dicapai pemerintah dalam satu tahun terakhir. Konsep tersebut beliau sebut sebagai Prabowo-nomics. Kita lihat pemaparannya besok,” ujarnya.

 

Sebelumnya, selama berada di London, Prabowo menjalani sejumlah agenda penting, salah satunya menghadiri pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan serta bertemu dengan Raja Inggris Charles III di Lancaster House, London.

Dalam forum tersebut, Prabowo dan Raja Charles III menerima pemaparan mengenai Pertemuan Filantropi Konservasi Gajah Peusangan yang disampaikan oleh CEO Circular Bioeconomy Alliance, Marc Palahi.

Usai pemaparan, keduanya berinteraksi dengan sejumlah pengusaha dan filantropi lingkungan yang tergabung dalam UK–Indonesia Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI).

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pelestarian satwa liar dan konservasi lingkungan.

Konservasi Gajah Peusangan merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, WWF Indonesia, serta berbagai mitra, termasuk Pemerintah Inggris, yang bertujuan melindungi keberadaan gajah Sumatra.

Program ini diarahkan untuk membangun koridor satwa liar yang aman, memitigasi konflik antara manusia dan gajah, serta menjaga habitat penting yang tersisa bagi gajah Sumatra. Pendekatan ini juga mendukung rehabilitasi hutan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal.

Pertemuan antara Prabowo dan Raja Charles III menjadi simbol kuat dukungan politik dan moral terhadap upaya konservasi Gajah Peusangan, sekaligus memperkuat kemitraan internasional dalam pelestarian keanekaragaman hayati.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KBRI Phnom Penh Tangani 1.440 WNI yang Keluar dari Sindikat Penipuan Daring
• 22 jam laluokezone.com
thumb
PSAPI Dorong Pembenahan Ekosistem untuk Perkuat Industri Penerbangan Nasional
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang, K9 dan Drone Dikerahkan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menyisir Puing Gul Plaza, Pencarian Korban Hilang Usai Kebakaran Maut di Karachi
• 5 jam laludetik.com
thumb
OTT Bupati Pati Sudewo: Uang Jabatan Desa Diduga Dikumpulkan dalam Karung, KPK Buka Suara
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.