Istilah brainroot dapat dipahami sebagai “akar pikiran” yang tertanam kuat dalam otak manusia berupa kebiasaan mental, pola pikir, dan respons emosional yang terbentuk dari pengalaman hidup, lingkungan, kebiasaan sehari-hari dan pendidikan. Brainroot bekerja seperti program dasar dalam diri seseorang yang memengaruhi cara merasa, berpikir, dan bertindak.
Akar pikiran ini bisa bersifat positif maupun negatif. Brainroot positif melahirkan sikap optimis, disiplin, percaya diri, dan menciptakan gagasan yang berorientasi pada solusi. Sebaliknya, brainroot negatif memunculkan kebiasaan takut gagal, menunda kegiatan atau pekerjaan, pesimis, dan mudah cemas.
Karena tertanam di dalam pikiran bawah sadar, brainroot sering kali bekerja secara otomatis tanpa disadari. Dengan kata lain, brainroot adalah fondasi mental yang menentukan perilaku, kualitas keputusan, dan pada akhirnya berpengaruh terhadap produktivitas seseorang.
Brainroot terbagi menjadi dua jenis, yaitu brainroot positif dan brainroot negatif. Sebagai contoh, apabila seseorang yang sejak kecil dibiasakan mencoba dan tidak takut salah tentu akan memiliki pola pikir “gagal adalah proses belajar”.
Saat menghadapi tugas sulit, ia cenderung berkata, “Saya bisa belajar dan menyelesaikannya.” Dengan adanya kebiasaan mencoba dan tidak takut salah tentu akan memberikan dampak bagi orang tersebut menjadi lebih berani mencoba, konsisten berusaha, dan cepat berkembang.
Sedangkan brainroot negatif dapat digambarkan dengan contoh apabila seseorang yang sering dikritik atau diremehkan bisa menanam keyakinan, “Saya tidak cukup pintar.”
Maka ketika mendapat tantangan, ia cenderung menghindar atau menunda karena takut gagal. Dalam hal ini, tentu dampak yang ditibulkan adalah rendahnya kepercayaan diri, stagnasi karier, dan produktivitas yang rendah.
Di dunia kerja, brainroot negatif sering tampak dalam bentuk prokrastinasi (menunda pekerjaan), takut mengambil keputusan, mudah stress, cepat menyerah, kurang inisiatif dan kreativitas.
Dampak Brainroot terhadap ProduktivitasBrainroot sangat menentukan bagaimana seseorang mengelola waktu, energi, dan fokus. Berikut ini dampaknya terhadap produktivitas.
Brainroot Positif1. Seseorang dengan brainroot positif lebih adaptif, cepat belajar, dan proaktif.
2. Dengan brainroot positif, seseorang dapat lebih stabil dalam menghadapi tekanan kerja.
3. Mendorong terciptanya growth mindset untuk kinerja berkelanjutan.
Brainroot Negatif1. Dapat menurunkan performa kerja.
2. Seseorang karyawan memiliki kecenderungan berisiko burnout.
3. Menghambat inovasi dan kemampuan dalam kolaborasi.
4. Kompetensi individu tidak berkembang optimal.
Cara Mengatasi dan Memperbaiki Brainroot NegatifMeskipun tertanam kuat, brainroot bukanlah sesuatu yang permanen. Ia dapat diubah melalui proses sadar dan konsisten. Beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Meningkatkan Kesadaran Diri (Self-Awareness)
Mulailah melakukan dan mengenali dialog batin diri sendiri karena kesadaran dan pemahaman mengenai diri sendiri adalah langkah awal untuk perubahan.
Hal tersebut dapat dimulai dengan memahami apa yang sering kali Anda katakan pada diri sendiri apabila meraih kegagalan. Apakah pikiran Anda mendukung atau justru melemahkan capaian anda selanjutnya.
2. Membangun Kebiasaan Kecil yang Konsisten
Perubahan besar berawal dari kebiasaan kecil, misalkan dengan menyelesaikan tugas harian tepat waktu dan membuat target capaian kerja, baik harian, mingguan, bahkan bulanan.
3. Lingkungan yang Mendukung
Mulailah selektif terhadap lingkungan Anda karena lingkungan yang positif akan mempercepat perubahan brainroot. Dalam hal ini, Anda dapat lakukan dengan mencari rekan kerja yang suportif dan mencari mentor atau figur inspiratif yang dapat mendukung Anda.
4. Refleksi dan Evaluasi Berkala
Luangkan waktu untuk melakukan evaluasi diri dengan memahami sejauh mana capain perkembangan yang telah diraih dan apa saja pola pikir yang masih menghambat.
Brainroot adalah mental yang membentuk cara seseorang memandang diri, tantangan, dan masa depan. Brainroot sangat berperan dalam menentukan tingkat produktivitas hidup ataupun capaian kinerja seseorang. Brainroot yang positif melahirkan individu yang adaptif, tangguh, dan terus berkembang. Sebaliknya, brainroot negatif akan menghambat potensi seseorang.
Brainroot dapat diubah dengan meningkatkan kesadaran diri, pola pikir yang tepat, dan lingkungan yang mendukung. Dengan membiasakan menanam “akar pikiran” baru yang lebih positif tentu akan menciptakan produktivitas hidup yang terus tumbuh dan berkelanjutan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5112555/original/059547400_1738156001-deaa8615-d2ab-4a37-be16-366414237cbb.jpeg)


