Davos, Swiss (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri (PM) China He Lifeng pada Selasa (20/1) menyerukan kepada komunitas global untuk secara tegas mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas, serta tetap berkomitmen pada kerja sama yang saling menguntungkan.
He, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Mengingatkan kembali pidato Presiden China Xi Jinping yang disampaikan di WEF pada Januari 2017, He mengatakan China sejak saat itu telah melakukan apa yang diucapkannya serta dengan tegas menjunjung tinggi multilateralisme dan perdagangan bebas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Xi secara berturut-turut mengusulkan empat inisiatif global, memberikan solusi China untuk masalah-masalah kolektif yang dihadapi dunia.
Dalam pidatonya di forum tersebut, wakil PM China itu menguraikan empat rekomendasi utama. Pertama, dia mendorong komunitas internasional untuk secara tegas mendukung perdagangan bebas serta mempromosikan globalisasi ekonomi yang menguntungkan secara universal dan bersifat inklusif.
Kedua, multilateralisme harus ditegakkan secara teguh, dan perlu membuat tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang lebih adil dan masuk akal, kata He.
Ketiga, dunia juga harus menjunjung kerja sama yang saling menguntungkan, berkomitmen untuk memaksimalkan hasil dari kerja sama, dan bersama-sama menyelesaikan masalah pembangunan, tambah He.
He juga menekankan sikap saling menghormati dan konsultasi yang setara, serta menyerukan kepada semua negara untuk memanfaatkan dialog dengan baik guna mengelola perbedaan dan menyelesaikan masalah dengan tepat.
Di forum tersebut, He menyampaikan pemaparan kepada para hadirin tentang sesi pleno keempat Komite Sentral CPC ke-20, menekankan bahwa perkembangan China akan menghadirkan peluang penting bagi dunia. Dia juga melakukan dialog mendalam dengan para peserta dari sektor industri dan perdagangan internasional.
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menyampaikan pidato pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026. (Xinhua/Peng Ziyang) Pada keikutsertaannya di WEF, He melakukan pertemuan bersama dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin dan Wakil Presiden Konfederasi Swiss Ignazio Cassis.
Setelah menyampaikan salam hangat dari Xi, He mengatakan bahwa China bersedia untuk memperkuat pertukaran tingkat tinggi dan memperdalam kerja sama bilateral dan multilateral dengan Swiss.
Pihak Swiss mengatakan mereka berharap dapat mempercepat negosiasi untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas dengan China, sekaligus bersama-sama mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas.
He juga mengadakan pembicaraan terpisah, atas undangan kedua pejabat, dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent, yang memimpin delegasi AS dalam mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS, serta dengan Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves, yang memimpin Inggris dalam Dialog Ekonomi dan Keuangan China-Inggris.
Mereka bertukar pandangan tentang isu-isu ekonomi dan perdagangan yang relevan antara China dan AS, serta antara China dan Inggris.
He, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Mengingatkan kembali pidato Presiden China Xi Jinping yang disampaikan di WEF pada Januari 2017, He mengatakan China sejak saat itu telah melakukan apa yang diucapkannya serta dengan tegas menjunjung tinggi multilateralisme dan perdagangan bebas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Xi secara berturut-turut mengusulkan empat inisiatif global, memberikan solusi China untuk masalah-masalah kolektif yang dihadapi dunia.
Dalam pidatonya di forum tersebut, wakil PM China itu menguraikan empat rekomendasi utama. Pertama, dia mendorong komunitas internasional untuk secara tegas mendukung perdagangan bebas serta mempromosikan globalisasi ekonomi yang menguntungkan secara universal dan bersifat inklusif.
Kedua, multilateralisme harus ditegakkan secara teguh, dan perlu membuat tatanan ekonomi dan perdagangan internasional yang lebih adil dan masuk akal, kata He.
Ketiga, dunia juga harus menjunjung kerja sama yang saling menguntungkan, berkomitmen untuk memaksimalkan hasil dari kerja sama, dan bersama-sama menyelesaikan masalah pembangunan, tambah He.
He juga menekankan sikap saling menghormati dan konsultasi yang setara, serta menyerukan kepada semua negara untuk memanfaatkan dialog dengan baik guna mengelola perbedaan dan menyelesaikan masalah dengan tepat.
Di forum tersebut, He menyampaikan pemaparan kepada para hadirin tentang sesi pleno keempat Komite Sentral CPC ke-20, menekankan bahwa perkembangan China akan menghadirkan peluang penting bagi dunia. Dia juga melakukan dialog mendalam dengan para peserta dari sektor industri dan perdagangan internasional.
Wakil Perdana Menteri China He Lifeng menyampaikan pidato pada Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 20 Januari 2026. (Xinhua/Peng Ziyang) Pada keikutsertaannya di WEF, He melakukan pertemuan bersama dengan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin dan Wakil Presiden Konfederasi Swiss Ignazio Cassis.
Setelah menyampaikan salam hangat dari Xi, He mengatakan bahwa China bersedia untuk memperkuat pertukaran tingkat tinggi dan memperdalam kerja sama bilateral dan multilateral dengan Swiss.
Pihak Swiss mengatakan mereka berharap dapat mempercepat negosiasi untuk meningkatkan perjanjian perdagangan bebas dengan China, sekaligus bersama-sama mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas.
He juga mengadakan pembicaraan terpisah, atas undangan kedua pejabat, dengan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent, yang memimpin delegasi AS dalam mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS, serta dengan Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves, yang memimpin Inggris dalam Dialog Ekonomi dan Keuangan China-Inggris.
Mereka bertukar pandangan tentang isu-isu ekonomi dan perdagangan yang relevan antara China dan AS, serta antara China dan Inggris.


