Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diselimuti awan mendung hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga deras pada Kamis, 22 Januari 2026, menurut prakiraan cuaca  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung

Baca Juga :
Pemprov DKI Bakal Terapkan WFH hingga Belajar Jarak Jauh jika Jakarta Banjir Lagi
BMKG: Pantura Jateng Siaga Hujan Lebat hingga 31 Januari 2026

"Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan," kata Prakirawan BMKG Lintang Alya dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.

Di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang. Yogyakarta, dan Surabaya.

Sementara di Pulau Kalimantan, kota-kota seperti Palangka Raya, Tanjung Selor, Pontianak, dan Banjarmasin diprakirakan berawan, hanya Samarinda yang berpotensi diguyur hujan ringan.

"Sementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan," ujarnya.

Untuk di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Manado, Makassar, Kendari, dan Palu. Sementara Gorontalo diprakirakan berawan.

Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Sorong, Manokwari, Ambon, dan Nabire diprakirakan berawan tebal. Sementara Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah yang mencakup Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan terdapat sejumlah faktor teknis yang memengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan.

Faktor tersebut seperti adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa. (ant)

Baca Juga :
BMKG: Hujan Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Barat dan Sejumlah Daerah
BMKG Ungkap Ada Awan Cumulonimbus saat Pesawat ATR 42-500 Jatuh
BMKG: Sejumlah Wilayah Indonesia Masih Diguyur Hujan Hari Ini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saling Ancam Habis-habisan! AS Siap Hapus Iran, Teheran Janji Bakar Dunia
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Geely Bakal Boyong 6 Model Baru ke Indonesia, Mayoritas 7-seater
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Diproyeksi Melemah ke 8.950, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Upaya AS Mencaplok Greenland dan Langkah Sejumlah Negara Memperluas Wilayahnya
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Truk Impor China Kian Marak, Pabrikan Jepang Tak Gentar
• 21 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.