Gresik (beritajatim.com)– Anggota holding Pupuk Indonesia, PT Petrokimia Gresik, punya cara tersendiri terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggandeng 78 mitra produsen dalam memproduksi pupuk organik bersubsidi demi memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia di tahun 2026.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo mengatakan, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata keberpihakan perusahaan terhadap petani, sekaligus upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian nasional.
“Tahun ini kami mengalokasikan pupuk organik bersubsidi untuk sektor pertanian dan perikanan. Adapun pemenuhan kebutuhan pupuk organik bersubsidi kedua sektor tersebut sebagian besar menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik,” katanya, Rabu (21/1/2026).
Lebih lanjut Adit menuturkan, tahun 2026 pemerintah mengalokasikan sekitar 9,8 juta ton pupuk bersubsidi nasional untuk sektor pertanian dan perikanan. Sementara 642.107 ton diantaranya adalah alokasi untuk pupuk organik bersubsidi.
“Alokasi pupuk organik bersubsidi yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik sebesar 627.497 ton. Rinciannya 548.201 ton untuk sektor pertanian dan 79.296 ton untuk sektor perikanan,” tuturnya.
Kebutuhan pupuk organik subsidi diperkirakan akan semakin besar, seiring semakin tingginya kesadaran para petani dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui pemulihan kesuburan tanah.
Masih menurut Adit, pertanian berkelanjutan membutuhkan penggunaan pupuk yang seimbang antara pupuk kimia dan pupuk organik. Pupuk organik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan tanah.
Serta memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.
“Kami memastikan produk yang dihasilkan oleh mitra telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kerja sama produksi dengan mitra yang tersebar di beberapa wilayah ini memberikan dampak tidak hanya kepada petani, tetapi juga pada lingkungan dan sosial-ekonomi,” pungkas Adit. [dny/aje]




