BMKG Ingatkan Potensi Hujan di Sejumlah Kota Besar, Waspada Peningkatan Cuaca Ekstrem

suarasurabaya.net
12 jam lalu
Cover Berita

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dan peningkatan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Mayoritas kota-kota besar diprakirakan mengalami kondisi berawan hingga diguyur hujan ringan pada Kamis (22/1/2026).

Berdasarkan sistem peringatan dini BMKG, wilayah Sumatra menjadi salah satu kawasan yang berpotensi terdampak hujan. Kota Bengkulu, Palembang, dan Bandar Lampung diprakirakan mengalami hujan ringan hingga sedang. Sementara itu, Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, dan Tanjung Pinang diprakirakan berada dalam kondisi berawan.

“Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Padang, Jambi, dan Tanjung Pinang diprakirakan berawan,” ujar Lintang Alya Prakirawan BMKG seperti dilansir Antara.

Di Pulau Jawa, potensi hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi secara merata di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Untuk wilayah Kalimantan, BMKG memprakirakan Palangka Raya, Tanjung Selor, Pontianak, dan Banjarmasin akan didominasi kondisi berawan. Adapun Samarinda berpotensi diguyur hujan ringan.

“Sementara Bali, Mataram, dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan,” ujarnya.

Di kawasan Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Mamuju, Manado, Makassar, Kendari, dan Palu. Sedangkan Gorontalo diprakirakan berawan.

Wilayah timur Indonesia juga didominasi awan tebal, khususnya di Sorong, Manokwari, Ambon, dan Nabire. Sementara Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.

BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat meningkat di sejumlah wilayah. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, kawasan Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami peningkatan intensitas hujan menjelang akhir Januari 2026.

Teuku Faisal Fathani Kepala BMKG menjelaskan gangguan atmosfer yang terpantau saat ini mendorong pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi di wilayah terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini,” kata dia.

Sementara itu, Andri Ramdhani Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG menambahkan, kondisi cuaca sepekan ke depan turut dipengaruhi sejumlah faktor teknis, salah satunya keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam dan tekanan udara 1001 hPa.(ant/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Suasana Haru Selimuti Kedatangan Jenazah Pegawai KKP Korban Pesawat ATR 42-500 di Bandara Soetta
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
DPRD Bali Setujui Raperda Penambahan Modal Daerah ke BPD Bali
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Profil Florencia, Pramugari yang Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Bangunan Outdoor SMAN 1 di Cirebon Ambruk, Siswa Luka dan Guru Tewas Serangan Jantung
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Ungkap Uang Ratusan Juta Rupiah Dalam Karung saat OTT Pati
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.