Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog siap menyesuaikan pembelian beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi 5 pak per konsumen atau 25 kilogram (kg). Semula, batas maksimal pembelian hanya 2 pak per konsumen atau 10 kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan kendala terkait penyesuaian ini.
“Sudah siap kita, nggak ada masalah, kan emang udah tergelar semuanya. Jadi sekarang tidak dibatasi 2 pak lagi, tetapi boleh jadi 5 pak,” kata Rizal saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Rizal menjelaskan bahwa keputusan menaikkan batas pembelian dari dua pak menjadi lima pak per orang didorong oleh tingginya animo masyarakat dan ketersediaan stok yang memadai.
“Karena banyak animo dari masyarakat pengennya belinya banyak. Nggak sedikit, itu yang pertama. Kemudian yang kedua juga stok kita kan banyak, jadi biar cepat habis lah,” terangnya.
Rizal meyakini penyaluran SPHP tetap aman di tengah musim panen raya pada Februari 2026. Nantinya, penyaluran di sentra produksi pangan seperti Jawa, Sumatra, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akan disesuaikan volumenya saat panen.
Baca Juga
- Prabowo Segera Teken Inpres Bangun 100 Gudang Bulog Senilai Rp5 Triliun
- Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras Aman di Aceh, Sumut, dan Sumbar
- Bos Bulog Beberkan Rencana Merger dengan Bapanas, Begini Skemanya
Lebih lanjut, Rizal menyatakan masyarakat dapat membeli beras SPHP 5 pak di Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih.
Seperti diketahui, Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah menggodok pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis penyaluran beras SPHP tahun 2026. Salah satunya dengan memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP, yakni sebesar 5 pak per konsumen.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan pembelian beras SPHP maksimal 5 pak per konsumen akan tersedia di ritel modern maupun pasar tradisional.
“SPHP beras sudah kita buka untuk semua masyarakat, baik untuk pasar modern maupun pasar tradisional serta instansi-instansi yang akan melaksanakan program SPHP. Saat ini juga sudah tersedia pula di ritel-ritel modern,” kata Sarwo dalam keterangan tertulis.



