Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melonjak pada Rabu (21/1). Presiden AS, Donald Trump menarik ancaman untuk mengenakan tarif terhadap sejumlah negara, dengan menyatakan telah mencapai kesepakatan kerangka kerja masa depan terkait Greenland bersama North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Dilansir dari Reuters, Kamis (22/1), Indeks Dolar (XY) yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya berbalik menguat 0,25%.
Baca Juga: CEO JPMorgan: Amerika Serikat (AS) Terancam Krisis Gegara Kebijakan Trump Satu Ini
Ancaman Trump untuk memberlakukan tarif terhadap sejumlah negara atas sikap mereka terkait Greenland sebelumnya mengguncang pasar dan memicu aksi jual luas pada aset-aset AS. Namun, keputusannya untuk mencabut ancaman tersebut serta menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer di wilayah Arktik itu memberi sentimen positif bagi investor.
Trump tidak mengungkapkan rincian kerangka kesepakatan masa depan dengan NATO, tetapi menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menjadi alasan ia membatalkan rencana penerapan tarif.
“Kami melihat adanya reli kelegaan di pasar,” kata Kepala Riset Pasar Global StoneX, Matt Weller.
Menurut Weller, detail kesepakatan mungkin tidak terlalu penting bagi pasar dalam jangka pendek.
“Krisis jangka dekat tampaknya sudah berlalu, dan pasar kini menunggu faktor baru yang akan memengaruhi sentimen,” ujarnya.
Baca Juga: Erdogan: Turki Bakal Ikut Inisiatif 'Board of Peace' Trump
Meski demikian, Uni Eropa tetap dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas langkah lanjutan menyusul ancaman tarif Trump.





