Bantu Korban Banjir di SDN 03 Tirto, Ini Pesan MSI Soal Risiko TBC di Pengungsian

eranasional.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Genangan air setinggi dada mungkin mulai surut di beberapa titik, namun bagi ratusan warga Kelurahan Tirto, perjuangan melawan dampak banjir masih jauh dari kata usai.

Sejak tanggul Sungai Bremi jebol pada 17 Januari lalu, kehidupan berpindah ke ruang-ruang kelas SDN Tirto 03 yang kini sesak oleh ratusan jiwa.

Hingga Rabu (21/1), berdasarkan data dari BPBD Kota Pekalongan tercatat 360 pengungsi menggantungkan hidup di sekolah tersebut karena Aula Kecamatan Pekalongan Barat sudah tak lagi mampu menampung warga. Di tengah kepungan air dan udara lembap, bantuan logistik dan jaminan kesehatan menjadi penyambung nyawa bagi mereka.

Kepedulian dari Tetangga Dekat

Salah satu aksi nyata datang dari Yayasan Mentari Sehat Indonesia (MSI) Kota Pekalongan. Semangat mereka untuk membantu warga sekitar kelurahan Tirto tak surut.

“Karena kantor kami berada di sekitar SDN Tirto 03, kami memprioritaskan warga terdekat. Bantuan ini kami himpun dari simpatisan dan kader MSI se-Jawa Tengah,” ujar Ira Septiawati, Ketua MSI Kota Pekalongan kepada Eranasional, Rabu (21/1/2026).

Bantuan yang disalurkan berupa obat-obatan, susu, popok bayi, hingga pembalut wanita. Menariknya, penyaluran ini dibantu oleh kader MSI yang juga menjadi korban banjir sekaligus relawan di pengungsian.

Waspada Penularan Penyakit di Pengungsian

Di balik tumpukan bantuan logistik, Ira membawa isu kesehatan yang mendalam. Tinggal bersama dalam satu ruangan besar di pengungsian meningkatkan risiko penularan penyakit saluran pernapasan, termasuk Tuberkulosis (TBC).

Ia menekankan pentingnya shelter khusus bagi pengungsi yang memiliki gejala atau sedang dalam pengobatan TBC.

“Pesan kami, warga dengan gejala TBC sebaiknya memiliki shelter khusus. Jangan sampai bercampur dengan masyarakat umum untuk mencegah penularan kasus baru, sekaligus agar kesehatan pasien tetap terpantau,” tegas Ira.

Ia berharap, banjir di sejumlah wilayah Kota Pekalongan segera surut dan para warga bisa kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat.

Lurah Tirto, Erwinda Agustina, menyambut baik bantuan spesifik seperti popok dan obat-obatan yang memang sangat dibutuhkan warganya saat ini. Ia memastikan bahwa meski dalam kondisi darurat, pemantauan kesehatan tetap berjalan setiap hari.

“Terima kasih untuk MSI. Setiap hari ada petugas Puskesmas yang mendatangi titik pengungsian di Kelurahan Tirto, jadi kesehatan para pengungsi bisa terjaga dengan baik,” kata Erwinda.

Kini, harapan kolektif warga hanya satu: langit segera cerah, tanggul kembali kokoh, dan mereka bisa pulang ke rumah dalam keadaan sehat tanpa membawa bibit penyakit dari tempat pengungsian. (em-aha)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Usai OTT Bupati dan Walikota, Kemendagri Pastikan Pemerintahan di Pati dan Madiun Tetap Berjalan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
BNPB: Bencana Hidrometeorologi Dominasi 140 Kejadian di Awal 2026
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Buronan Kasus Pembunuhan Asal Rumania Nikahi WNI di Bali, Hidup Sederhana Agar Tak Ketahuan
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Banjir di Beberapa Wilayah Karawang Mulai Surut
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Apakah Bisa Hamil Jika Sperma Tidak Keluar di Dalam? Ini Penjelasannya!
• 19 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.