FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD memberikan pujian ke Presiden Prabowo Subianto.
Pujian itu diberikan usai langkah yang dipilih oleh Presiden Prabowo untuk tetap tenang saat Bupati Pati, Sudewo terjaring OTT KPK.
Padahal, Bupati Pati Sudewo ini merupakan salah satu kader dari Partai yang dipimpin oleh Prabowo yaitu Partai Gerindra.
Langkahnya sang Presiden yang sama sekali tidak memberikan intervensi jadi hal yang dipuji habis-habisan oleh Mahfud MD.
“Saya juga hormat kepada pemerintah. Kenapa? Karena tidak mengintervensi,” kata Mahfud MD di Channel YouTube pribadinya.
“Enggak ada peringatan apa-apa, gak ada teguran gitu. Saya kira pemerintahan Pak Prabowo dalam hal ini (pemberantasan korupsi) bagus,” ungkapnya.
“Biarkan aja, apalagi ditambah dua orang ini Madiun dan Pati kan orang Gerindra ya,” sebutnya.
Alasan Mahfud memberikan pujian karena langkah yang dipilihnya ini berbeda dengan Partai-partai lain.
Yang biasa, mereka mengambil langkah untuk melindungi pelaku, tapi kali ini sepertinya Prabowo terlihat tidak melindungi kadernya.
Efek dari langkah tegas ini menurut akan berimbas ke kepercayaan publik atau masyarakat ke Gerindra tentunya.
“Kalau mau dilindungi kan gampang aja Presiden, halangi (OTT terhadap kader) tapi oleh Presiden biarin saja dan bagi saya itu akan lebih bagus bagi Gerindra,”sebutnya.
“Ini kesempatan Gerindra ini menghimpun dukungan simpati dari masyarakat,” jelasnya.
“Saya juga hormatlah pada Gerindra tidak ikut campur, Presiden juga tidak marah-marah ada bupatinya ditangkap dan dalam situasi begini. Biarin saja meskipun Bupati Madiun, Bupati Pati itu orang Gerindra, ambil saja gitu kalau memang korupsi,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam sehari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mengamankan dua kepala daerah.
KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Senin (19/1/2026), mengamankan Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo.
Pertama, penyidik KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT pada Senin (19/1/2026). Selanjutnya, Maidi dibawa ke Jakarta bersama 8 orang lainnya.
Dan yang kedua, KPK menangkap Bupati Pati, Sudewo (SDW) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Senin (19/1/2026).
Status kedua kepala daerah ini masih dalam Pemeriksaan lebih lanjut di Polres Kudus.
(Erfyansyah/fajar).





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479842/original/019250800_1768993056-Pemkot.webp)