Rumah makan Padang Jaso Mande dikenal sebagai salah satu tempat kuliner yang cukup viral di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Menu andalan mereka adalah dendeng batokok, yang membuat pembelinya rela menunggu antrean hingga berbulan-bulan demi mencicipi kelezatannya.
Popularitas Jaso Mande pun melonjak dalam setahun terakhir setelah viral di media sosial. Hal ini membuat pesanan dendeng batokok langsung meningkat drastis.
Jika sebelumnya pelanggan masih bisa menikmati hidangan langsung di tempat, kini Jaso Mande hanya melayani pemesanan melalui sistem pre-order (PO) via WhatsApp.
“Tahun ini PO sudah sampai bulan Juli 2026, tapi pembeli tetap sabar menunggu sesuai antrean,” ujar Velyshia Anggun Oktavira, anak pemilik Rumah Makan Jaso Mande saat berbincang dengan kumparanFOOD.
Ia menjelaskan, apabila ada percepatan jadwal PO, pihak Jaso Mande akan menghubungi pembeli langsung melalui WhatsApp sesuai urutan pemesanan. Sistem ini diterapkan untuk menjaga kualitas dan kesegaran daging yang disajikan setiap hari.
Dua Varian Menu AndalanSaat ini, Jaso Mande menawarkan dua varian dendeng batokok, yakni sambal merah dan sambal hijau. Dendeng batokok sambal merah dibanderol Rp 19 ribu per potong, sementara sambal hijau seharga Rp 17 ribu per potong. Minimum pembelian ditetapkan sebanyak lima potong daging, dan selanjutnya berlaku kelipatan lima.
Dari dua varian tersebut, dendeng batokok sambal hijau menjadi favorit pelanggan. kumparanFOOD pun mencicipi keduanya. Dendengnya tipe basah dengan potongan daging yang tebal, namun tetap empuk dan mudah dikunyah.
Begitu disuap, aroma smoky langsung terasa, diikuti rasa gurih daging yang meresap hingga ke seratnya. Sambal hijau khas Minang melengkapi dengan sensasi pedas segar dan sedikit asam. Perpaduan inilah yang disebut menjadi alasan utama banyak pembeli jatuh hati.
Sementara, keputusan beralih ke sistem PO juga diambil karena kapasitas warung yang tak lagi mampu menampung lonjakan pengunjung jika tetap membuka layanan makan di tempat.
“Pesanan sudah membeludak dan enggak ketampung kalau harus makan di tempat. Akhirnya diputuskan buka PO supaya kualitas dan kesegaran daging tetap terjaga,” jelas Velyshia.
Dalam sehari, Jaso Mande menghabiskan sekitar 80 kilogram daging untuk memenuhi pesanan pelanggan. Proses pembakaran Dendeng pun dilakukan di ruangan khusus agar asap pembakaran tidak mengganggu warga sekitar.
Proses pembakaran juga menggunakan batok kelapa dan menghasilkan cita rasa yang khas, lebih gurih, dan juga autentik. Setelah proses pembakaran selesai, daging akan didinginkan terlebih dulu sebelum akhirnya dikemas di tempat tahan panas.
Pembeli dapat mengambil langsung pesanannya di warung atau menggunakan layanan ojek online untuk pengantaran. Rumah Makan Jaso Mande beralamat di Perumahan Ciputat Baru, Jalan Mawar, Sawah Lama, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Meski harus menunggu lama, antusiasme pelanggan tak surut, membuktikan bahwa dendeng batokok Jaso Mande memang punya tempat tersendiri di hati para pencinta kuliner Padang.
Nah, kamu tertarik untuk cicipi dendeng batokok ini?




