Jalur Pantura yang menghubungkan Situbondo-Probolinggo lumpuh total setelah tertutup material banjir berupa lumpur dan batu. Peristiwa ini terjadi usai hujan deras berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Rabu malam (21/1).
Akibat kejadian itu, antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat tidak terhindarkan. Kemacetan mengular hingga puluhan kilometer, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi.
Sopir truk asal Pasuruan, Sutomo, mengaku terjebak saat hendak mengantar barang ke Banyuwangi.
“Saya terjebak sejak pukul 20.45 WIB sampai sekitar pukul 03.00 WIB. Bahkan sempat tertidur di lokasi kejadian karena antrean panjang. Rencananya saya mau mengantar barang ke Banyuwangi,” ujar Sutomo, Kamis (22/1).
Jalur Pantura Situbondo tersebut tertutup material longsor dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter dan panjang mencapai 100 meter.
Untuk membersihkan material longsor tersebut, Pemkab Situbondo mendatangkan alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Permukiman (DPUPP). Material longsor diduga berasal dari tanggul yang jebol sepanjang 15 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter.
Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah bersama Kepala BPBD Situbondo Timbul Soerjanyo dan Kepala DPUPP Abdul Kadir memantau langsung proses pembersihan tersebut, mengingat jalur yang tertimbun merupakan akses utama Jalur Pantura.
“Karena hingga Kamis dini hari proses pembersihan lumpur dan batu masih berlangsung, kami memohon kepada para pengendara yang melintas di Jalur Pantura Situbondo untuk bersabar,” ujar Ulfiyah, Kamis dini hari (22/1).
Sementara itu, Pelaksana Harian Kanit Turjawali Polres Situbondo Aipda Dedi mengatakan pihaknya bersama Satlantas Polres Situbondo terus memantau proses pembersihan material lumpur dan batu yang sempat menyebabkan Jalur Pantura macet total.
“Arus lalu lintas di Jalur Pantura Situbondo berhasil diurai sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, kami masih memberlakukan sistem buka-tutup,” kata Aipda Dedi saat dihubungi.
6 Kecamatan di Situbondo Terendam BanjirSelain menutup Jalur Pantura, hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga sekitar pukul 21.00 WIB juga menyebabkan ratusan rumah di enam kecamatan wilayah barat Kabupaten Situbondo terendam banjir. Kecamatan terdampak meliputi Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Besuki, dan Banyuglugur.
Usai rapat bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Situbondo, Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah langsung meninjau lokasi material longsor berupa lumpur bercampur batu yang menutup Jalur Pantura. Lokasi tepatnya berada di Jalan Raya Kembangsambi, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2018%2F02%2F09%2F034d0fac-4a51-424e-97f4-d9d7afb9ed8b_jpg.jpg)

