Amerika Disebut Jual Nuklir ke China, Bawa-Bawa Negara Kim Jong Un

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Presiden AS Donald Trump dan CEO Nvidia Jensen Huang. Foto: REUTERS/Leah Millis

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah pasokan AI dunia terus menjadi perbincangan para pelaku industri. Salah satunya CEO Anthropic, Dario Amodei.

Dia mengkritik keras keputusan pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang mengizinkan penjualan chip kecerdasan buatan (AI) berperforma tinggi, Nvidia H200, ke China. Menurutnya, kebijakan ini bukan saja salah arah, tetapi juga berisiko terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Amodei menyampaikan kritiknya saat berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss, menyebut keputusan pemerintah AS gila dan bahkan membuat analogi ekstrem bahwa kebijakan tersebut seperti menjual senjata nuklir ke Korea Utara.


"Akan menjadi kesalahan mengirimkan chip-chip ini, saya pikir ini gila. Ini seperti menjual senjata nuklir ke Korea Utara," kata Amodei di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, dikutip dari The Independent, Kamis (22/1/2026).

Pilihan Redaksi
  • Ditolak Xi Jinping, Manusia Rp 2.600 T Langsung Berangkat ke China
  • Buka Lowongan Kerja Baru Gaji Rp 4 Miliar, Syarat Elon Musk Cuma Satu
  • Tren Baru Bos Gen Z Pilih Puasa Seks Supaya Sukses

Dia menekankan bahwa AS memiliki keunggulan teknologi yang signifikan dalam pembuatan chip AI dibanding China.

Nvidia saat ini memasok chip kepada Anthropic untuk menggerakkan model kecerdasan buatannya, termasuk asisten AI populer, Claude.

Komentar Amodei yang membandingkan Nvidia dengan dealer senjata internasional muncul hanya dua bulan setelah Anthropic dan Nvidia mengumumkan bahwa mereka membangun kemitraan teknologi bersama.

Di sisi lain, CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, menilai ancaman yang ditimbulkan oleh China tidak sebesar itu. Dia mengklaim bahwa perusahaan AI China berada sekitar enam bulan di belakang laboratorium terkemuka di AS dan Eropa.

Kesepakatan terbaru yang mengizinkan penjualan chip Nvidia di China mensyaratkan pelanggan harus menunjukkan prosedur keamanan yang memadai dan tidak boleh digunakan untuk aplikasi militer.

Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan itu juga akan membatasi jumlah chip yang dijual kepada pelanggan China untuk menjaga keunggulan Amerika dalam AI.

Dalam pernyataannya saat itu, Nvidia mengatakan pihaknya menyambut keputusan Presiden Trump untuk mengizinkan industri chip Amerika bersaing untuk mendukung pekerjaan bergaji tinggi dan manufaktur di Amerika.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Nyerah, China Siap Borong Chip Amerika

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Polri Naikan Status Penyidikan Dugaan Kasus Penipuan Investasi dengan Terlapor Bupati dan Anggota DPRD Sidoarjo
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Alasan Batas Wilayah Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Bergeser
• 4 jam lalukompas.com
thumb
BMKG Tetapkan Status Siaga Hujan Lebat di Pantura Jateng hingga Akhir Januari
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengemudi Meninggal, Mobil Jalan Sendiri di Tol Jakarta-Cikampek
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Tiba di Swiss, Akan Hadiri Forum Ekonomi Dunia
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.