Pantau - Anggota Komisi X DPR RI, Sabam Sinaga, menegaskan bahwa penanggulangan bencana di sektor pendidikan harus dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan berorientasi pada pemulihan anak-anak terdampak.
Ia menekankan pentingnya pemulihan pascabencana, khususnya dalam memperbaiki sekolah yang rusak, agar hak anak atas pendidikan tetap terlindungi.
"Terkait dengan penanggulangan bencana, khususnya dalam bidang pendidikan, tadi saya menegaskan agar segera diupayakan recovery, termasuk sekolah yang rusak. Dan yang kedua, mengenai anak-anak yang besar kemungkinannya akan bolos sekolah karena sekolahnya rusak", ungkapnya.
Pernyataan ini disampaikan Sabam dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Dampak Ekonomi Bencana Picu Potensi Putus SekolahSabam juga menyoroti dampak ekonomi pada keluarga korban bencana yang bisa mengganggu kelangsungan pendidikan anak.
Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi pascabencana berpotensi meningkatkan angka putus sekolah, terutama di daerah terdampak seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Otomatis kan dampak dari bencana ini bisa mengganggu struktur ekonomi dari masyarakat. Bisa-bisa terjadi bahwa dengan adanya bencana ini, perekonomian mereka terancam. Kan kebesar kemungkinan akan ada putus sekolah. Nah ini bagaimana tindakan pemerintah?" ujarnya.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak cukup hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga harus mencakup dukungan ekonomi bagi keluarga korban.
Trauma Anak dan Guru Perlu Ditangani SeriusSelain aspek fisik dan ekonomi, Sabam juga menekankan pentingnya pemulihan psikologis bagi anak-anak dan tenaga pendidik yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan bahwa trauma yang dialami anak-anak dapat menghambat proses belajar jika tidak ditangani dengan baik.
"Dampak dari bencana ini kan ini bisa meninggalkan trauma bagi anak-anak. Besar kemungkinan ketika trauma ini kita tidak recovery, ini mendengar suara hujan aja ini mereka nanti akan takutan. Jadi perlu ada semacam penanganan-penanganan terhadap psikoanalisis anak-anak", jelasnya.
Sabam Sinaga merupakan politisi dari Fraksi Partai Demokrat yang aktif mengawal isu pendidikan, khususnya terkait hak anak dan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

