tvOnenews.com - Nama Terence Kongolo mendadak mencuat dalam bursa transfer paruh musim Liga 1 2025/2026.
Bek asal Belanda itu disebut-sebut masuk radar Persib Bandung di tengah rencana perombakan lini pertahanan Maung Bandung.
Namun, di balik statusnya sebagai mantan pemain Premier League dan Timnas Belanda, ada satu fakta mencolok: nilai pasar Kongolo mengalami penurunan drastis.
Berdasarkan data pasar transfer terkini, nilai pasar Terence Kongolo kini berada di kisaran Rp6,08 miliar.
- Fulham.com
Angka tersebut merosot tajam dibandingkan masa puncaknya pada 2018, ketika ia masih membela Huddersfield Town di Liga Inggris dan memiliki valuasi mencapai Rp260,72 miliar.
Penurunan lebih dari Rp250 miliar dalam kurun waktu delapan tahun ini tentu menjadi pertimbangan serius bagi Persib dalam menilai kelayakan sang pemain.
Saat ini, Kongolo berusia 31 tahun. Faktor usia dan catatan kebugaran menjadi dua variabel utama yang memengaruhi penurunan nilai pasarnya.
Sejak meninggalkan Huddersfield Town, perjalanan kariernya kerap terhambat oleh riwayat cedera, yang secara signifikan mengurangi menit bermainnya di level kompetisi tertinggi Eropa.
Cedera-cedera tersebut membuat performanya sulit mencapai konsistensi, sehingga harga pasar Kongolo terus mengalami koreksi dari tahun ke tahun.
Meski demikian, secara teknis ia tetap dikenal sebagai bek serba bisa, mampu bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri.
Kongolo memiliki kemampuan membaca permainan dengan baik, cukup tenang saat membangun serangan dari lini belakang, serta unggul dalam duel fisik berkat postur tubuh yang kuat.
Ketertarikan Persib Bandung terhadap Terence Kongolo semakin relevan karena sang pemain kini berstatus bebas transfer.
Kontraknya bersama NAC Breda telah berakhir, sehingga Maung Bandung berpeluang merekrutnya tanpa biaya transfer.
Dalam bursa paruh musim yang singkat dan penuh keterbatasan, opsi pemain bebas transfer menjadi solusi strategis, terutama bagi klub yang ingin menambah kedalaman skuad tanpa mengganggu stabilitas finansial.
Kongolo disebut sebagai salah satu kandidat untuk mengisi posisi yang kemungkinan ditinggalkan Federico Barba, yang dirumorkan kembali ke Eropa karena urusan keluarga.



