Berdasarkan pantauan laman Logam Mulia di Jakarta, Kamis (22/1/2026), harga emas antam turun Rp15.000 dari Rp2.805.000 menjadi Rp2.790.000 per gram.
Harga jual kembali (buyback) turut turun ke angka Rp2.635.000 per gram.
Harga jual semua jenis emas dikenakan potongan pajak, mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Hal ini sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.
Potongannya sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Dilansir Antara, berikut harga pecahan emas batangan di laman Logam Mulia Antam:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.445.000.
- Harga emas 1 gram: Rp2.790.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.520.000.
- Harga emas 3 gram: Rp8.255.000.
- Harga emas 5 gram: Rp13.725.000.
- Harga emas 10 gram: Rp27.395.000.
- Harga emas 25 gram: Rp68.362.000.
- Harga emas 50 gram: Rp136.645.000.
- Harga emas 100 gram: Rp273.212.000.
- Harga emas 250 gram: Rp682.765.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.365.320.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.730.600.000.
PMK Nomor 34/PMK.10/2017 mengatur pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP, dan 0,9 persen untuk non-NPWP.
Harga Emas Dipengaruhi:1. Ketidakpastian Kondisi Global
Harga emas dunia dipengaruhi ketidakpastian kondisi global, mulai dari kondisi ekonomi, geopolitik, krisis perang maupun resesi ekonomi.
Kondisi ekonomi yang tidak menentu (akibat perang, ketidakstabilan politik, maupun resesi ekonomi). Sentimen untuk menghindari risiko akan melingkupi market, dan pelaku pasar akan cenderung mengalihkan portofolio ke aset safe haven seperti Emas.
Berbeda dengan mata uang yang cenderung melemah, nilai Emas dalam kondisi politik dan ekonomi dunia yang tidak menentu justru mengalami peningkatan.
2. Penawaran dan Permintaan Emas
Penawaran dan permintaan (supply and demand) berlaku untuk komoditi Emas. Harga Emas akan naik seiring kenaikan angka permintaan (demand). Sebaliknya, harga Emas akan menurun apabila jumlah penawaran (supply) lebih tinggi dibandingkan angka permintaan. Namun nilai emas cenderung lebih stabil daripada mata uang.
3. Kebijakan Moneter
Harga emas juga dipengaruhi kebijakan Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed. Saat The Fed menetapkan penurunan suku bunga, maka bisa dipastikan harga Emas akan naik. Karena, suku bunga yang turun membuat mata uang dolar menjadi kurang menarik
4. Inflasi
Inflasi mempengaruhi naik-turunnya harga Emas. Inflasi berimbas penurunan nilai mata uang. Sehingga berpengaruh terhadap nilai tabungan uang yang tersimpan di dalam rekening bank Anda. Inilah yang membuat banyak orang lebih memilih untuk berinvestasi dalam bentuk Emas, yang memiliki nilai lebih stabil dibandingkan nilai mata uang.
5. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat
Nilai tukar dolar Amerika Serikat bisa jadi patokan naik-turunnya harga emas dunia. Apabila nilai mata uang rupiah melemah terhadap Dolar, maka harga Emas dalam negeri akan menguat. Sebaliknya, harga Emas dalam negeri akan menurun apabila nilai tukar rupiah menguat. (ant/lea/ipg)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5429579/original/017601900_1764607239-Lutung_Kutai_2.jpeg)
