Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Di sana, Prabowo akan menyampaikan konsep ekonomi yang sudah sering ia singgung: Prabowonomics.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, juga menjelaskan Prabowo akan menyampaikan capaian-capaian yang telah dicapai di masa pemerintahannya.
“Beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan dalam, ya selama beliau sebelum menjadi Presiden dan sejak menjadi Presiden hingga sekarang. Dan beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics,” kata Teddy ditemui di London, Inggris, Rabu (21/1) waktu setempat.
Menghadiri WEF di Davos merupakan salah satu dari rangkaian agenda Prabowo setelah sebelumnya mengunjungi Inggris dan bertemu Raja Charles III serta Perdana Menteri Keir Starmer.
Di Inggris, Prabowo dan Starmer menyepakati kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris. Prabowo mengatakan, Inggris merupakan mitra penting dengan kekuatan di bidang teknologi dan keuangan.
"Kita memandang UK, Inggris sebagai sesuatu partner yang nanti bisa juga sangat berpartisipasi dalam ekonomi kita. Mereka punya teknologi, mereka punya keuangan finance yang sangat kuat, mereka berminat untuk investasi di Indonesia," kata Prabowo.
Dalam kerja sama di bidang maritim, Prabowo menyampaikan Inggris akan mendukung rencana Indonesia membangun sekitar 1.500 kapal ikan, serta memperbaiki desa-desa nelayan.
"Ini sangat strategis bagi kita. Ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim. Saya ingatkan tiga perempat Tanah Air kita itu adalah laut dan konsumsi protein kita, oleh rakyat kita masih terlalu rendah. Kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi" kata dia.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481230/original/049211900_1769082328-4b8c9517-f363-47ab-a579-7af0a5c6bc32.jpeg)


