Pesan Emil Salim Agar Masyarakat Sadar untuk Menjaga Alam

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim menilai kesadaran tiap masyarakat harus dibangun untuk menjaga alam. Bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat punya kewajiban.

Profesor Emil mengatakan, Indonesia dianugrahi alam tropis dengan musim hujan dan musim kemarau. Indonesia juga dianugerahi alam yang subur hutan tropis yang kaya. Namun Emil tergelitik dengan Indonesia dari sudut alam kekayaan, hewan, binatang, sumber daya alam tergolong dalam negara yang terlangka, di dunia bersama dengan Brasil tetapi masyarakatnya miskin.

Baca Juga :

Green Summit 2026: Metro TV Dorong Kolaborasi Transisi Ekonomi Hijau
Kebanyakan merasa bahwa prioritas utama tanggung jawab  membangun. Membangun Tanah Air, namun pertanyaan timbul  membangun yang bagaimana? Apakah dengan membangun sehingga dengan pembangunan itu membongkar hutan membuka tanah sehingga melahirkan banjir pada musim hujan dan memusnahkan ribuan manusia, rumah, desa dan sebagainya.

“Alam dan manusia saling berkaitan, maka tiap-tiap kita bukan hanya pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjalankan kehidupan kita,” ujar Emil Salim dalam Metro TV Green Summit 2026-Accelerating Indonesia’s Green Transision di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

“Menempuh pekerjaan dengan menyatukan alam manusia dan kerja di dalam satu kesatuan. Kita hidup dalam lingkungan alam bukan dalam lingkungan hampa alam dan alam tidak bisa berbuat apa-apa. Jika  manusia dengan otak teknologi dan kemampuan akal pikirannya membongkar alam. Alam hanya bisa menjawab kembali dengan banjir, dengan kerusakan,” ungkap Emil.

Maka lahir pekik perjuangan ‘membangun tanpa merusak, membangun dengan wawasan lingkungan’. Pekik ini menurut Emil sudah berkembang, sudah diteriakan puluhan tahun. Tetapi betapa sulitnya menegakan pembangunan berwawasan lingkungan.  Menurutnya orang hanya membongkar alam melalui pertambangan industri dan sebagainya bisa menjadi orang yang maju kaya diatas tumpukan kehancuran alam.

“Maka dalam hati kecil kita bertanya, kita manusia ini yang punya otak akal pikiran, ketika menghadapi pekerjaan pembangunan mencari nafkah kehidupan, bukankah kita dengan otak akal pikiran hati nurani memanfaatkan alam tanpa berusaha merusak agar kerja yang kita lakukan tidak menimbulkan banjir menghancurkan anggota masyarakat lainnya bagaimana membangun tanpa merusak,” Emil Salim menambahkan.

Emil menyoroti bagaimana membangun lingkungan hidup yang segar, udara bersih, air mengalir dan sebagainya bukan karena perintah dari pemerintah bukan karena ada peraturan-peraturan tapi hati nurani mendorong Tanah Air.

Pesan-pesan yang dikembangkan dicurahkan oleh para-para cendikiawan apapun pekerjaannya di pemerintah di swasta di masyarakat, tiap-tiap berkewajiban untuk membangun Tanah Air kita dengan menjaga kelestarian alam.

“Bertanya di dalam diri ‘what can be done’ Apa yang kita perbuat untuk Tanah Airku, tanah tumpah darahku, di mana aku berdiri menjadi pandu ibuku alam kekayaan tanah airku. Ya Allah semoga ini menjadi pedoman bagi kita semua bukan hanya pemerintah, tapi kita rakyat kecil pemimpin dan sebagainya dengan doa itulah saya harap kita bertemu dan kalau kita pulang kembali ke rumah masing-masing kita bertanya apa yang bisa kita buatkan untuk Tanah Air Ibu pertiwi,” kata Emil Salim.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kejagung Geledah Money Changer Terkait Kasus Korupsi Ekspor POME, Jejak Aliran Dana Dicari Lewat Dokumen
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Tren Tabungan Haji Naik, Nasabah Milenial Bank Mega Syariah Tumbuh 43%
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
UU Pemilu dan Pilkada Idealnya Direvisi Serempak, Mengapa?
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Debat Panas! Rismon Sianipar Vs Ketum Rampai Nusantara soal Tuduhan Manipulasi Digital Ijazah Jokowi
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Pekan ke-18 Super League 2025/2026: Ujian Berat Persebaya hingga Arema FC
• 21 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.