Banjir Kembali Rendam Jalan Pegangsaan Dua, Pompa SDA Kehabisan Bahan Bakar

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Hujan deras yang kembali mengguyur Jakarta Utara menyebabkan banjir setinggi sekitar 30 sentimeter merendam Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Kamis (22/1/2026) siang.

Banjir sempat surut pada pagi hari, namun kembali naik akibat intensitas hujan yang meningkat menjelang siang.

Pantauan Kompas.com di lokasi sekitar pukul 11.50 WIB, titik banjir tertinggi berada di depan Apartemen Gading Greenhill.

Baca juga: Jakarta Utara Banjir, Jalan Kampung Bandan dan Pegangsaan Dua Tergenang

Air menggenangi hampir seluruh badan jalan sehingga kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, terpaksa melaju pelan saat melintas.

Sejumlah petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terlihat berjaga di lokasi. Mereka mengenakan jas hujan berwarna biru sambil memantau kondisi genangan.

Di salah satu trotoar jalan, terlihat satu unit pompa apung tergeletak dalam kondisi tidak beroperasi. Selang pompa berwarna hitam tampak dijajarkan di sepanjang trotoar.

Salah satu petugas Dinas SDA yang berada di lokasi, Indra (30), mengatakan pompa tersebut sementara tidak dapat digunakan karena kehabisan bahan bakar.

"Habis ini solarnya, kami lagi nunggu baru nanti digunakan lagi," ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Indra menjelaskan, genangan banjir di Jalan Pegangsaan Dua sebenarnya sempat surut sekitar pukul 9.30 WIB setelah dilakukan penyedotan menggunakan pompa.

Namun, hujan deras yang kembali turun sekitar pukul 11.30 WIB membuat air kembali menggenang di jalan tersebut.

Baca juga: Jalan Raya Jatimulya Bekasi Terendam Banjir 70 Cm, Pengendara Putar Balik

"Tadi udah kering di sini pakai pompa. Tapi naik lagi gara-gara hujan turun," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saat ini, Indra bersama petugas lainnya masih menunggu kiriman bahan bakar untuk mengoperasikan pompa. Setelah bahan bakar tiba, upaya penyedotan air akan kembali dilanjutkan.

"Cepat ini nanti kalau pakai pompa," tambahnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gempa M5,4 Guncang Boalemo Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami 
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Pemkot Tegal Luncurkan Forum Investasi Tegal 2026, Sejumlah Investor Asing dapat Penghargaan
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ombudsman RI Dorong Pemerintah Segera Buat Payung Hukum untuk Pelaksanaan Layanan All Indonesia
• 20 jam laludisway.id
thumb
Video: IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Tapi Investor Masih Wait dan See
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Energi Angin dan Surya Dominasi Pasokan Listrik Uni Eropa pada 2025, Geser Fosil
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.