JAKARTA, DISWAY.ID - Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, Deden Maulana tiba di Jakarta.
Deden merupakan pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
Setibanya di Jakarta, Jenazah Deden di bawa ke Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.
BACA JUGA:Kemenhaj Terapkan Fast Track Haji 2026, Imigrasi Saudi Hadir di Bandara Indonesia
BACA JUGA:Indonesia Resmi Bergabung Liga Perdamaian Buatan Trump, Dukung Transisi Gaza
Setibannya disana, ia diberi pengormatan terakhir oleh rekan sejawatnya.
Tampak dibarisan terlihat paling depan diisi pihak keluarga.
Sedangkan pegawai KKP yang hadir kemudian berdiri, dan memberikan doa serta penghormatan terakhir kepada Almarhum Deden yang meninggal dunia saat bertugas.
Usai diberi penghormatan terakhir, jenazah Deden langsung dibawa ke Garut, Jawa Barat, untuk segera dimakamkan.
Terkait pemakaman Deden di Garut, sesuai permintaan keluarga, yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal orang tuanya.
BACA JUGA:15 Titik Kemacetan Lalu Lintas di Jakarta Pagi Ini Imbas Hujan Deras, Hindari Ruas Jalan Cawang-TB Simatupang
BACA JUGA:Update Titik Lokasi Banjir Jakarta Imbas Hujan Deras Pagi Ini, Pengendara Hindari Kawasan ITC Mangga Dua!
Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menjadi salah satu dari 7 korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Deden Maulana meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F11%2F23%2F1adf6f1b40be8f0f533321407b1e2755-Tambang_Emas_Martabe4.jpeg)
