Angin Kencang Diprakirakan Hingga Akhir Januari, Ini Imbauan BMKG

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Angin kencang melanda Wilayah Ciayumajakuning (Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) sejak pekan kemarin. Kondisi itu memunculkan potensi terjadinya musibah yang tidak diinginkan.

Berdasarkan pantauan Republika, angin kencang itu juga disertai dengan hujan intensitas ringan hingga lebat. Tak hanya itu, udara juga terasa lebih dingin dari biasanya.

Baca Juga
  • Jakarta Hujan Deras Sejak Pagi, Ini Daftar Daerah dan Jalanan yang Tergenang Banjir
  • Perempuan Tewas Setelah Tertemper Kereta di Stasiun Gondangdia, Ini Kata KAI
  • Jadi Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid Mundur Sebagai Komisaris Jakpro

Plt Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan adanya beberapa gangguan atmosfer. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan.

Ditambah lagi, adanya bibit siklon tropis 97S di Samudera Hindia selatan Indonesia. Fenomena tersebut memicu terbentuknya wilayah pertemuan angin di sekitar Jawa yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan serta peningkatan kecepatan angin.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Kondisi ini diprakirakan masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari,” ujar Fuad, Kamis (22/1/2026).

Fuad menyebutkan, kecepatan angin maksimum yang tercatat di Pos Pengamatan Kertajati saat ini sebesar 23 knot. Angka itu berkali-kali lipat dibandingkan kecepatan angin normal yang hanya di kisaran 5-15 knot.

Menghadapi kondisi tersebut, Fuad mengimbau agar warga waspada terhadap kondisi cuaca di puncak musim hujan seperti sekarang. Yakni, berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

“Waspada dampaknya berupa bencana hidrometeorologi seperti banjr, tanah longsor, sambaran petir maupun pohon tumbang. Pantau sumber informasi resmi prakiraan cuaca BMKG,” ucapnya.

Khusus untuk kewaspadaan terhadap angin kencang, Fuad mengimbau agar masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon rindang dan tinggi maupun baliho tinggi. Pasalnya, baik pohon maupun baliho berpotensi tumbang terhempas angin dan membahayakan keselamatan jiwa.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pidato di WEF, Trump Sebut Greenland Sebanyak 48 Kali
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RUU Hukum Acara Perdata Jadi Usul Inisiatif DPR, untuk Memuluskan RUU Perampasan Aset?
• 21 jam lalukompas.id
thumb
Komisi I DPR Kecam Aksi Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerussalem
• 5 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas Nyaris US$4.900 per ons di Tengah Memburuknya Krisis di Greenland
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Basarnas Serahkan Black Box pesawat ATR 42-500 ke KNKT, Investigasi Segera Dimulai
• 1 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.