KOMPAS.TV - Bank Indonesia menjelaskan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Faktor eksternal antara lain ketidakpastian global, termasuk rencana invasi Amerika Serikat, sementara faktor domestik turut dipengaruhi oleh kondisi pasar keuangan dalam negeri.
Deputi Gubernur Bank Indonesia menyebutkan, tekanan terhadap rupiah masih dipantau secara ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.
Sementara itu, ekonom Universitas Indonesia, Jahen F. Rezki, mengingatkan adanya risiko apabila kebijakan fiskal lebih dominan dibandingkan kebijakan moneter. Menurutnya, ketidakseimbangan tersebut berpotensi menimbulkan tekanan lanjutan terhadap stabilitas ekonomi.
#ekonomi #domestik #bankindonesia
Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Rupiah Menguat Meski Hampir Sentuh Rp17.000 per Dolar AS
Penulis : Jocelyn-Valencia
Sumber : Kompas TV
- ekonom
- bank indonesia
- kemenkeu
- bi
- noads




