Model Penyewaan Fesyen RI: Tesis Harvard Ungkap Tantangan dan Peluang

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Aktivitas penjualan pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta, beberapa waktu lalu. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Pengalaman penulis menerbitkan tesis "Elegance With a Purpose: Assessing the Environmental and Social Efficacy of a High-End Clothing and Bag Rental Model in Jakarta" di Perpustakaan Harvard mengungkap fakta revolusioner sekaligus paradoks menyedihkan: model penyewaan fesyen di Indonesia secara teoritis sangat efisien secara lingkungan, tapi gagal di praktik.

Baca: Inovasi Hijau Chandra Asri: Sampah Plastik Kini Punya Masa Depan


Sebagai lulusan dua program master di bidang sustainability (Monash University dan Harvard University), penulis membandingkan jejak karbon fast fashion H&M vs penyewaan baju lokal seperti Triftin. Secara teoritis, satu gaun sewa menghasilkan penghematan sebesar 87% emisi CO2 dan 92% air dibandingkan membeli baru.

Akan tetapi sayangnya, tesis menunjukkan model ini gagal karena permintaan rendah. Pengalaman ini menjadi titik balik reflektif mendalam, membedah mengapa Indonesia mengimpor 1,5 juta ton tekstil per tahun tapi budaya penyewaan fesyen belum ada.

Masalah intinya? multiplier effect yang rendah. Satu gaun harus dipakai minimal 25x untuk offset emisi produksi, tapi budaya Indonesia belum ada penyewaan fesyen dengan durasi harian. Mentalitas "milik > sewa" masih kuat, ditambah stigma "kembali kotor" jadi penghalang utama.

Hasilnya, pakaian hanya dipakai 3x-5x sebelum idle, tidak cukup untuk dampak lingkungan yang positif. Padahal potensinya besar: industri fast fashion menghasilkan 3,5 juta ton limbah tekstil tahunan yang bisa dipotong 40%.

Penulis meyakini ada jalan keluar strategis. Pertama, mulailah dengan lingkup niche tapi skalabel: rental "power suit" profesional dan gaun acara formal dengan target Gen Z career women via TikTok.

Kedua, edukasi higienis via kampanye #SewaBersihSteriL transparan disertai proses laundry berstandar rumah sakit. Ketiga, insentif pajak penyewaan platform hingga mencapai 100 ribu user tahun pertama.

Pemerintah wajib ambil peran aktif percepat adopsi. Caranya sebagai berikut:

1. Integrasi kurikulum: Kampus-kampus seperti UI, Binus, dan ITB bisa masukkan studi kasus Triftin LCA ke jurusan fashion design dan bisnis serta selenggarakan workshop bulanan mahasiswa untuk menghitung carbon savings antara menyewa pakaian vs membeli pakaian.

2. Platform kolaborasi: Shopee dan Tokopedia dapat meluncurkan opsi sewa secara terpisah. Langkah lain mengintegrasikan satu QR code scan untuk membayar penyewaan + laundry. Tirulah Shein, perusahaan second hand China dengan AI size matching untuk mengurangi return 30%.

3. Target skala: Insentif pajak lima tahun platform mencapai 100 ribu user tahun pertama. Jika 1 juta user tercapai pada tahun 2028, maka dapat tercipta pasar Rp 15 triliun dan 50 ribu green jobs (desain sirkular, laundry hijau, logistik sepeda listrik).

4. Kota pilot project: Mulai dari Jakarta dan Bandung dengan menempatkan loker penyewaan fesyen di stasiun MRT seperti Tokyo's Try Cabi, ambil gaun pagi pulang malam.

Mentalitas "harus milik" memang sulit diubah, tapi data Harvard bisa menjadi amunisi: setiap Rp 1 juta yang digelontorkan untuk menyewa, bisa menghemat Rp 4 juta ongkos lingkungan. Bandingkan Shein yang memiliki valuasi US$66 miliar; Indonesia punya peluang menjadi pemimpin bisnis penyewaan fesyen di Asia Tenggara.

Pemerintah jangan tunda lagi. Penyewaan fesyen bukan gaya hidup elite sementara, melainkan solusi ekonomi sirkular yang gagal karena budaya tapi bisa sukses dengan strategi tepat. Jadikan ini sesuatu yang normal, bukan hanya baju, tapi juga tas branded, sepatu kerja, dan aksesoris pesta.

Pembaca CNBC Indonesia, dukung revolusi ini: ubah "beli sekali pakai sekali" jadi "sewa ratusan kali" untuk Indonesia Emas 2045 yang bebas limbah tekstil. Lemari dan tas kita bisa menjadi starting point revolusi hijau.


(miq/miq)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Bayern vs Union Saint-Gilloise di Liga Champions Besok Dini Hari
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Profil Bupati Pati Sudewo yang Terjaring OTT KPK, Kebijakannya Sempat Tuai Protes
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ribuan Burung di Karangasem, Ditemukan 12 Jenis
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Residu Feodalisme dalam Rahim Partai-Partai “Reformis”
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
RUU Jabatan Hakim, Usia Pensiun Ditambah hingga 75 Tahun
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.