Kepolisian Sektor Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, melakukan pengembangan terkait dugaan telur palsu yang beredar di Desa Pulau Ay beberapa waktu lalu.
Kapolsek Banda, Iptu Abu Kasim Rahanyamtel, mengatakan pihaknya terus menelusuri kasus tersebut. Pengembangan dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk penjual.
“Sudah kami lakukan pengembangan terkait adanya dugaan telur palsu itu, namun sampai hari ini belum ada kepastian asal-usul telur tersebut,” ujar Abu saat dihubungi kumparan, Kamis (22/1).
Tunggu Hasil Uji LabAbu mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari dinas terkait untuk memastikan sampel telur yang diduga palsu tersebut.
“Dan kami masih menunggu hasil dari dinas terkait untuk memastikan keabsahan telur tersebut,” ujar Abu.
Imbau Warga WaspadaSaat ini, Polsek Banda terus melakukan langkah-langkah pencegahan, termasuk meminta warga agar waspada. Warga juga diminta berperan aktif melaporkan kepada pihak berwajib jika masih menemukan telur serupa.
“Yang jelas, langkah-langkah pencegahan sudah kami lakukan sejak awal ditemukan telur tersebut. Kami selalu memberikan imbauan kepada warga agar waspada dan selalu berkoordinasi dengan aparat apabila ditemukan lagi telur serupa,” kata Abu.
Terkait informasi yang beredar mengenai temuan telur diduga palsu di sejumlah desa, Kapolsek menegaskan sejauh ini kasus tersebut hanya terjadi di Desa Pulau Ay.

.jpg)
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F29%2F766b0b0723f89b96792cb102d1d6af2e-20250929_OPINI_Reformulasi_Kebijakan_MBG.jpg)

