Liputan6.com, Jakarta - Sebulan setelah banjir bandang melumpuhkan sejumlah jalur utama di Aceh, aktivitas ekonomi masyarakat perlahan kembali bergerak seiring pulihnya infrastruktur transportasi.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (“ADHI”) menjalankan penugasan negara di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan dukungan TNI AD serta mitra kontruksi lokal untuk memulihkan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.
Advertisement
Salah satu titik krusial pemulihan berada di jalur nasional Banda Aceh-Medan yang sempat terputus akibat banjir pada 27 November 2025. Setelah terputus, aktivitas distribusi logistik dan mobilitas masyarakat sempat mengalami hambatan signifikan.
Jalur nasional tersebut kini kembali tersambung melalui Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen. ADHI bersama kontraktor lokal PT Krueng Meuh berhasil menyelesaikan pembangunan jembatan sepanjang lebih dari 60 meter hanya dalam waktu 18 hari.
Pekerjaan tersebut didukung oleh 33 personel Zeni Kodam Iskandar Muda yang bekerja secara intensif untuk mempercepat penyambungan akses transportasi.
Jembatan darurat berkapasitas 30 ton itu kini dapat dilalui kendaraan roda dua hingga truk logistik, sehingga arus barang kebutuhan pokok, hasil pertanian, dan distribusi bantuan kemanusiaan kembali berjalan.
Bagi masyarakat Bireuen dan daerah sekitarnya, berfungsi kembali jembatan tersebut menjadi simbol pulihnya aktivitas kehidupan sehari-hari, termasuk akses ke pasar, distribusi kebutuhan pokok kembali berangsur normal, dan layanan publlik masyarakat.



