Gerakan Rakyat Kendaraan Anies Menuju Pilpres: Partai Kami Non-Oligarki, Tidak Punya Donatur

fajar.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ormas Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan menjadi partai politik. Tak tanggung-tanggung mereka langsung menegaskan dukungan kepada Anies Rasyid Baswedan untuk maju sebagai kandidat Presiden pada Pilpres 2029 mendatang.

Ketua Partai Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda menyampaikan, sejak awal mereka sudah optimis bisa mewujudkan cita-cita ini. Bahkan itu sudah terlihat sejak mereka masih menjadi ormas. Mereka sudah bekerja untuk Anies lewat para relawan dan Mileanies.

“Kami optimis sejak awal, saat masih berstatus Ormas. Itu karena memang basis pemilih kita. Pilpres 2024 itu kita punya basis pendukung yang lumayan signifikan, dua juta lebih di Sulsel. Kalau itu dikonversi secara elektoral, saya kira bisa memberikan dampak yang cukup signifikan untuk Pak Anies Baswedan,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, Sulsel sendiri memang tidak mudah bagi mereka. Meski Pilpres lalu mereka mendapatkan dua juta suara, namun peta politik Sulsel cenderung berbeda dengan daerah yang lain.

Menurutnya, tensi politik di Sulsel sangat tinggi, aktornya juga banyak dan itu relatif senior-senior mereka juga. Sehingga, mereka saling kenal dalam kondisi berbeda warna dan bendera.

Akan tetapi, dengan tingkat kejenuhan publik hari ini terhadap trust partai politik, misalnya anggota parlemen yang dianggap tidak mewakili rakyat lagi ketika menjabat, dia yakin kehadiran Partai Gerakan Rakyat dengan style yang berbeda dari partai lainnya bisa menjadi alternatif pilihan.

“Kami menggambarkan diri sebagai partainya rakyat. Saya kira itu bisa menjadi nilai tawar yang berbeda dibandingkan partai yang sudah ada sebelumnya. Perbedaan yang paling utama itu karena partai kami non-oligarki, tidak punya funding, tidak punya donatur. Yang mendanai ya rakyat yang menginginkan perubahan,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, tokoh perubahan yang digaungkan adalah Pak Anies Baswedan. Arahnya juga jelas, mendorong Anies sebagai Capres pada 2029 mendatang.

Konsensus yang mereka bangun, terutama ketika perumusan awal Partai Gerakan Rakyat, mereka sudah sepakat bahwa partai tidak hanya akan berperan secara nasional, tapi juga di tingkat wilayah.

Sehingga setiap wilayah sudah ada dewan pakar yang ditugaskan untuk membuat rancangan masa depan daerah masing-masing untuk target 5, 10, dan 25 tahun.

“Itu menjadi patron kerja politik kami di masa-masa mendatang. Sehingga memang benar kami mau tampil sebagai partai alternatif yang pemegang saham terbesarnya rakyat. Kami tidak ingin hadir sebagai parpol yang sama dengan yang lainnya dan itu memang tantangan kami,” ungkapnya.

Kemudian, salah satu hal yang telah menjadi komitmen mereka ke depan adalah pendanaan partai yang bersumber dari sumbangan rakyat. Sehingga, mereka akan membuat laporan pengeluaran keuangan terbuka, rekening donasi dari rakyat, itu terekam dan terlapor dengan baik.

“Jadi rakyat bisa memonitor pencapaian-pencapaian yang kami lakukan. Tetapi sekarang kami sedang penyelesaian, pemutakhiran struktur. Karena target terdekat kami itu sebelum Juni 2026 partai ini sudah didaftarkan di Kumham,” ungkapnya. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Model Penyewaan Fesyen RI: Tesis Harvard Ungkap Tantangan dan Peluang
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Indonesia Masters 2026, Kamis 22 Januari: Ada 3 Perang Saudara, Fajar/Fikri vs Leo/Bagas
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelunasan Biaya Haji di Madiun Selesai, 478 Jemaah Resmi Lunas dan Masuk Tahap Penentuan Kloter
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Asing Terciduk Diam-Diam Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Anjlok
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Petani Khawatir Kualitas Padinya Menurun karena RDF Rorotan
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.