Upaya ini dilakukan untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung serta memastikan pelayanan pengguna tetap berjalan.
IDXChannel - KAI Commuter merekayasa 19 perjalanan sebagai bentuk mitigasi dampak kendala prasarana tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas antara Stasiun Maja-Stasiun Tigaraksa yang terdampak longsor pada Kamis (22/1/2026).
Upaya ini dilakukan untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung serta memastikan pelayanan pengguna tetap berjalan.
KAI Commuter terus berkoordinasi dengan KAI untuk menyelesaikan kendala prasarana hingga saat ini sehingga perjalanan Commuter Line kembali normal.
Langkah yang diambil untuk menekan keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung dan tetap menjaga layanan kepada penggunanya, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi, yakni pengalihan relasi, di mana sejumlah rangkaian Commuter Line Rangkasbitung hanya melayani perjalanan hingga Stasiun Tigaraksa untuk kemudian kembali menuju Stasiun Tanah Abang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menjelaskan bahwa rekayasa pola operasi dilakukan secara dinamis guna menekan keterlambatan yang lebih luas.
"Kami telah melakukan rekayasa pola operasi pada 19 perjalanan Commuter Line Rangkasbitung serta melakukan satu pembatalan perjalanan pada lintas tersebut," kata Karina.
Sementara itu, untuk menjaga keselamatan dan keamanan operasional, perjalanan Commuter Line Rangkas masih menggunakan satu jalur dan diberlakukan pembatasan kecepatan pada lintas Stasiun Maja – Stasiun Tigaraksa dan di lokasi kendala.
Informasi layanan kepada pengguna juga terus disampaikan secara aktif oleh petugas stasiun maupun di dalam kereta pada lintas tersebut.
Bagi pengguna yang terdampak, KAI Commuter memberikan imbauan untuk selalu memperhatikan informasi petugas, mengecek posisi kereta melalui aplikasi C-Access, serta memantau informasi secara berkala melalui seluruh kanal resmi Commuter Line.
KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan, terutama saat menunggu di area peron.
Pengguna diminta untuk tidak melebihi garis aman saat menunggu perjalanannya di peron dan tidak memaksakan diri naik ke dalam kereta jika kondisi sudah penuh.
“KAI Commuter tetap berkomitmen mengedepankan aspek keselamatan dalam penanganan kendala ini. KAI Commuter memohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan memohon kerja sama seluruh pengguna untuk tetap mengikuti instruksi petugas di lapangan demi keamanan bersama,” kata Karina.
(Nur Ichsan Yuniarto)





