JAKARTA, KOMPAS.com – Frustasi, kelelahan, hingga keputusasaan menyelimuti pengendara yang terjebak banjir di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) pagi.
Genangan air tak hanya menutup akses jalan, tetapi juga melumpuhkan mobilitas warga yang hendak berangkat kerja.
Macet berjam-jam di jam sibuk
Banjir setinggi 15 hingga 25 sentimeter membuat arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot nyaris tak bergerak.
Kendaraan mengular sejak Kalideres hingga Grogol, memaksa pengendara bertahan berjam-jam di jalan.
Baca juga: Penyebab Utama Banjir Jakarta Hari Ini yang Merendam 12 RT dalam 2 Jam
Salah satunya dialami Darto (42). Pengendara motor asal Rawa Lele, Kalideres, itu mengaku dua jam berlalu hanya untuk mencapai kawasan Cengkareng.
“Sudah dua jamlah ini cuma sampai Cengkareng doang. Padahal, biasanya 15 sampai 20 menit, paling lama 30 menitanlah,” ucap Darto saat ditemui Kompas.com.
Dalam perjalanan, Darto menyebut dirinya harus melewati beberapa titik banjir sekaligus. Harapannya untuk bisa lolos lewat jalur alternatif pun pupus.
“Dari Rawa Lele juga kan udah banjir, di jalan gedenya juga, nah sampai sini banjir lagi. Semua-semuanya macet,” katanya.
“Tadi ngambil jalan lewat dalam, kirain biar enggak banjir, ternyata malah macet-macet juga, parah banget, di mana-mana sama aja,” lanjut Darto.
Melihat antrean kendaraan tak bergerak dan genangan di depan mata, Darto akhirnya memilih berhenti. Ia memarkir motor di pinggir jalan, duduk sejenak untuk meredakan pusing.
Baca juga: Banjir Jakarta Meluas, 12 RT dan 17 Ruas Jalan Terendam
Tak lama kemudian, ia memutuskan menyerah dan berbalik arah menuju rumah.
“Nyerah deh, ampun, mending putar balik aja. Izin aja sama bos nanti, ini berangkat juga mau sampai jam berapa di sana?” keluh Darto.
Motor mogok dan kemarahan warga
Keputusasaan serupa dialami Sigit (30), pengendara motor lain yang ditemui sedang menuntun kendaraannya di dekat Samsat Jakarta Barat. Motornya mogok setelah nekat menerjang genangan.