Eks Timnas Belanda Buka Rahasia soal Penalti Lawan Meksiko di Piala Dunia 2014

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Irfan Sudrajat

TVRINews - Zeist, Belanda

Wesley Sneijder menyatakan seharusnya tidak ada hadiah penalti bagi Belanda di laga lawan Meksiko pada Piala Dunia 2014.

Mantan bintang Timnas Belanda, Wesley Sneijder, menceritakan fakta sebenarnya terkait penalti yang membuat negaranya menang atas Meksiko di Piala Dunia 2014 silam.

Fakta yang dimaksud adalah tentang penalti yang menentukan kemenangan timnas Belanda 2-1 atas Meksiko di 16 besar Piala Dunia 2014 itu.

Dalam pertandingan 29 Juni 2014 tersebut, Belanda memang menang karena gol penalti di menit terakhir, tepatnya menit ke-90+4.

Klaas-Jan Huntelaar sebagai eksekutor penalti tersebut yang membuat Belanda menang 2-1 dan melenggang ke perempat final.

Namun demikian, penalti tersebut menjadi kontroversi karena keputusan wasit pemimpin pertandingan, Pedro Proenca, dinilai tidak tepat.

Penalti tersebut kemudian menjadi momen yang menyakitkan bagi Timnas Meksiko dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia.

Kini, setelah hampir 12 tahun, Wesley Sneijder membuka kebenaran tentang kejadian sebenarnya dari penalti tersebut.

Pria berusia 41 tahun itu menyatakan bahwa benar seharusnya itu "bukan penalti".

Dalam keterangannya, Wesley Sneijder mengatakannya dengan kata "no era penal" atau "Itu bukan penalti".

"Saya ingat momen di tahun 2014," kata Wesley Sneijder seperti yang diberitakan Sports Illustrated, hari ini.

Wesley Sneijder menyampaikan pernyataan ini setelah dirinya tampil dalam sebuah laga ekshibisi di Meksiko, beberapa hari lalu.

"Itu bukan penalti, saya dapat mengatakannya kepada Anda, dan memang sejujurnya itu seharusnya tidak ada penalti. Tapi, wasit memberikannya, demikianlah," kata Wesley Sneijder.

Wesley Sneijder salah satu bintang Timnas Belanda di Piala Dunia 2014 tersebut.

Mantan pemain Ajax, Real Madrid, Inter Milan, dan Galatasaray ini termasuk pemain yang tampil dalam starting line-up ketika menghadapi Meksiko dan dia mencetak gol pertama timnya.

Selain Wesley Sneijder, Timnas Belanda yang saat itu di bawah asuhan Louis van Gaal juga memiliki barisan bintang seperti Arjen Robben, Robin van Persie, atau Georginio Wijnaldum.

Sementara di sisi Meksiko di bawah asuhan Miguel Herrera, ada nama-nama seperti Rafael Marquez sebagai kapten, lalu Andreas Guardado, atau Giovanni dos Santos.

Kekalahan dengan cara kemasukan gol dari penalti, ditambah lagi penalti yang kontroversial menjadi kenyataan yang menyakitkan bagi Meksiko saat itu.

Apalagi, dalam laga tersebut, Meksiko sudah unggul 1-0 pada menit ke-48 melalui gol Giovani dos Santos.

Namun, jelang laga berakhir, tepatnya menit ke-88 Wesley Sneijder berhasil mencetak gol dan membawa Belanda menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Hingga kemudian petaka penalti itu datang bagi Timnas Meksiko.

Dalam kedudukan imbang jelang 90 menit waktu normal berakhir, sayap Timnas Belanda yaitu Arjen Robben, jatuh di kotak penalti Meksiko.

Arjen Robben saat itu menggiring bola mencoba melewati Rafael Marquez dan kemudian terjatuh. Wasit memberikan hadiah penalti meski sejumlah pemain Timnas Meksiko melakukan protes.

Klaas-Jan Huntelaar kemudian mengeksekusinya dengan baik yang membuat Belanda akhirnya menang 2-1.

Dalam tayangan ulang, tampak Rafael Marquez tidak melakukan pelanggaran apapun. Bahkan, dia mencoba menghindari kontak dengan Arjen Robben.

Kontroversi penalti di laga tersebut pun menjadi perdebatan. Dan, Wesley Sneijder akhirnya menyampaikan pendapatnya tentang peristiwa itu.

"Saya memiliki kenangan yang indah tentang Meksiko," kata Wesley Sneijder dengan nada bercanda.

"Namun, masyarakat Meksiko tentu tidak memiliki kenangan seperti saya, sangat disayangkan, tapi itu sudah terjadi."

Wesley Sneijder kemudian memberikan pujian kepada fans Meksiko yang memiliki rasa cinta yang besar terhadap timnas mereka.

"Saya kira, Arjen Robben tidak akan mungkin bisa berada di sini lagi," kata Wesley Sneijder sambil tertawa.

"Tapi, satu hal yang sangat saya sukai dan cintai bahwa gairah, serta rasa cinta fans Meksiko tentang negara mereka, adalah cinta terhadap sepak bola, dan saya mencintai hal yang sama."

Piala Dunia 2026 atau World Cup 2026 akan berlangsung mulai 11 Juni 2026 dan berakhir pada 19 Juli 2026.

Total 48 tim akan bertarung memperebutkan gelar World Cup 2026 yang akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Di Piala Dunia 2026 ini, Timnas Belanda berada di Grup F bersama Jepang, Tunisia, dan satu pemenang dari play-off.

Sedangkan Meksiko sebagai tuan rumah ada di Grup A bersama Afrika Selatan, Korea Selatan, dan satu pemenang dari play-off.

Editor: Irfan Sudrajat

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Isu Pembentukan Kabupaten Gowa Raya, Senayan Respons Begini
• 15 jam laluharianfajar
thumb
AS Siap Perang Dagang Jika Eropa Balas Tarif Greenland
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Angelina Jolie dan Brad Pitt Sudah Bercerai, Kenali Tanda Pernikahan di Ambang Krisis
• 42 menit lalugenpi.co
thumb
Kejagung Geledah 2 Money Changer Terkait Kasus Ekspor Limbah POME
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Menyongsong Pertanian Modern: Lima Teknologi Canggih untuk Smart Farming
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.