Seorang pengendara sepeda motor terekam terjatuh hingga terguling di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah motornya masuk ke dalam lubang jalan yang rusak parah.
Video itu diunggah akun Instagram Burger Art. Dalam video terlihat kondisi jalan berlubang, ditambah minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sekitar lokasi, membuat lubang nyaris tak terlihat, terutama pada malam hari.
Kecelakaan tersebut diketahui terjadi pada Senin (19/1) dini hari. Korban mengalami luka serius dan motornya rusak.
Geraldy, personel komunitas Burger Art yang berada di lokasi kejadian, mengatakan kecelakaan di titik tersebut bukan yang pertama. Bahkan, pada siang hari sebelum kejadian viral, insiden serupa sudah kerap terjadi.
“Siang harinya sudah ada kecelakaan. Makanya malam itu kami bareng-bareng datang ke lokasi untuk nandain lubang pakai cat semprot biar pengendara lain waspada,” ujar Geraldy kepada wartawan.
Namun nahas, saat upaya penandaan jalan berlubang itu dilakukan Selasa (20/1) malam, kecelakaan kembali terjadi di hadapan mereka. Seorang pengendara motor lain, yang belum diketahui identitasnya, terjatuh di lubang yang sama.
“Pas banget kita lagi di situ, kejadian lagi. Untung yang ini nggak sampai meninggal, tapi motornya rusak parah dan korban luka-luka,” ucapnya.
Geraldy menjelaskan, lubang di Jalan Narogong tergolong sangat berbahaya. Selain ukurannya cukup besar dan dalam, arus lalu lintas di jalan tersebut didominasi kendaraan bertonase besar, yang memperparah kerusakan aspal.
“Ini jalan utama, truk-truk gede lewat terus. Jalannya hancur, lubangnya parah, dan gelap. Lampu PJU di sini mati,” katanya.
Korban kecelakaan malam itu diketahui baru pulang kerja sekitar pukul 00.00 WIB dari arah Cileungsi. Dalam kondisi lelah dan minim penerangan, lubang jalan tak sempat dihindari.
Usai kejadian dan viralnya video tersebut, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi akhirnya turun ke lokasi pada Selasa malam. Sejumlah titik lubang di Jalan Raya Narogong ditambal menggunakan metode tutup sulam.
Namun penanganan ini kembali menuai kritik. Sebab metode tambal sulam dinilai hanya bersifat sementara.
“Harapannya jangan nunggu ada korban dulu, jangan nunggu viral dulu, baru diperbaiki,” ucap Geraldy.





