BMKG Ingatkan Bahaya Musim Hujan-Cuaca Ekstrem di Bali

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Seorang ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (29 tahun) dan anaknya, Audrey Natania Banafanu (perempuan, 1,5 tahun), terseret air bah setelah rumah mereka diterjang luapan Sungai Subak Jemanik, Rabu dini hari (21/1).

Kondisi cuaca saat itu hujan deras, berdampak pada meluapnya sungai. Belakangan, ibu dan balita tersebut ditemukan tewas.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Bali saat ini telah memasuki puncak musim hujan.

“Aktifnya monsun Asia disertai terbentuknya pola pertemuan angin atau konvergensi di wilayah Bali serta kelembapan udara basah hingga lapisan atmosfer atas (tekanan 200 milibar) menyebabkan peningkatan aktivitas konvektif dan potensi kejadian cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat dan angin kencang,” katanya saat dihubungi, Kamis (22/1).

Ia mengatakan, berdasarkan pantauan citra radar cuaca, terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Bali pada malam hari 20 Januari 2026 hingga malam hari 21 Januari 2026.

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 21-27 Januari 2026.

“Peringatan dini cuaca ekstrem nowcasting telah dibuat dan didiseminasikan pada 21 Januari 2026 sebanyak 14 kali,” sambungnya.

Ia menyebutkan, pada periode 21-27 Januari 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, dan Buleleng.

Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, dan longsor, bergantung pada tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

Waspada Gelombang Laut

Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter di Perairan Utara Bali dan Selat Lombok bagian utara. Sementara itu, potensi tinggi gelombang laut mencapai 2,5-4 meter diperkirakan terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Perairan Selatan Bali.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana seperti genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan kejadian lainnya.

“Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, bert tebing, atau rawan longsor dan banjir, agar tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas lebat secara tiba-tiba dengan durasi lebih dari satu jam,” katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menaker Usut Aduan Kasus Putus Kontrak Sepihak & Pungli Peserta Magang
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Debut di World Economic Forum 2026, Danantara Tegaskan Mandat Ganda
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cuaca Hari Ini, Berawan hingga Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Mayoritas Kota Besar
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Begini Respons Ratu Tisha saat Ditanya Kans Indonesia Bidding Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Bareng Malaysia dan Thailand
• 2 menit lalubola.com
thumb
Tuli yang Memilih Tidak Mengerti, Bisu yang Memilih Tidak Bicara
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.