JAKARTA, KOMPAS.TV - Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pihak keluarga korban menceritakan ihwal proses pencarian Deden usai pesawat yang ditumpanginya dinyatakan hilang kontak dan jatuh di area pegunungan Bulusaraung.
Salah satu keluarga Deden, Asep Hilman Rosadi, mengungkapkan keluarga difasilitasi untuk berangkat ke Makassar guna mengikuti proses pencarian korban.
Baca Juga: Pencarian Korban Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung: Total 8 Jenazah Ditemukan, 2 Teridentifikasi
"Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar. Kami mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi yang akurat," kata Asep dalam prosesi persemayaman jenazah Deden di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Sesampainya di Makassar, Asep mengaku langsung mendatangi posko yang jaraknya cukup jauh dari bandara secara mandiri.
"Bahkan saya memberanikan diri untuk datang ke pos, yang dari bandara perjalanan 2,5 jam, kemudian perjalanan naik motor 1,5 jam. Secara mandiri saya berangkat ke sana," ucapnya, dipantau dari Breaking News KompasTV.
Di sana, Asep melihat kerja keras Tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian terhadap para korban jatuhnya pesawat ATR 42-500.
"Saya juga melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan (Tim SAR) dari Basarnas, TNI, bekerja keras," ujarnya.
"Dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban."
Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- korban pesawat atr
- pesawat atr jatuh
- deden maulana
- pencarian korban pesawat atr
- pegawai kkp
- cerita keluarga korban



