Kesibukan sehari-hari sering bikin waktu olahraga tersisih begitu aja, termasuk buat lari. Entah itu karena pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga aktivitas sosial yang menyita waktu.
Niat buat lari akhirnya jadi sering tertunda. Padahal lari termasuk olahraga yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Nggak perlu alat khusus, cukup pakai sepatu yang nyaman, dan kamu bisa langsung lari untuk dapatin berbagai manfaat kesehatan.
Menurut laman WebMD, lari yang rutin bisa bantu menjaga kesehatan jantung, bikin tidur lebih nyenyak, sampai memperkuat otot tubuh. Selain berdampak ke fisik, lari juga bisa memperbaiki kondisi emosional seseorang, lho.
Nah, biar kamu bisa merasakan semua manfaat itu, mesti pintar-pintar atur waktu supaya aktivitas lari nggak keganggu kesibukan mulu. Sebagai tips, yuk simak cara teman kumparan konsisten lari walau sibuk berikut ini.
Cara teman kumparan Tetap Konsisten LariDi tengah aktivitas yang padat, teman kumparan Andi (28) biasa mencuri waktu lari di pagi hari sebelum berangkat kerja. Meski cuma 20–30 menit, buat Andi itu udah lebih dari cukup. Menurutnya, yang paling penting bukan soal durasi, tapi konsistensi.
Andi mengaku terdorong buat rutin lari karena sudah merasakan manfaatnya secara langsung. Nggak cuma bikin tubuhnya jadi lebih sehat, tapi juga berpengaruh ke fokus dan produktivitas kerja.
“Gue mikir lari itu justru bikin kerjaan lebih fokus. Kalau nggak lari, badan gampang pegal dan mood turun,” ungkap Andi.
Supaya rutinitasnya nggak gampang bolong, Andi punya trik khusus. Ia selalu menyiapkan perlengkapan lari dari malam sebelumnya, jadi saat bangun pagi udah nggak ada lagi alasan buat skip.
Berbeda dengan Andi, teman kumparan Rina (31) justru sangat fleksibel soal jam lari. Katanya, “Kalau pagi nggak sempat, ya sore atau malam. Prinsipnya tetap bergerak di hari itu."
Biar tetap konsisten, Rina selalu mengingat tujuan awalnya berlari, yaitu demi kesehatan diri sendiri. Selain itu, teman kumparan asal Bandung ini juga selalu menurunkan ekspektasi terhadap diri sendiri. Menurutnya, nggak masalah lari sebentar atau pelan, asal nggak berhenti sama sekali.
Tips berikutnya biar makin antusias lari adalah memutar playlist musik favorit. Cara sederhana ini dilakukan oleh teman kumparan Dimas (26).
"Kalau udah pakai lagu favorit (saat lari), capeknya ketutup," tutur Dimas.
Biasanya, Dimas memanfaatkan waktu pulang kerja buat lari. Baginya, lari adalah obat paling ampuh buat stress release setelah seharian bekerja.
Pendapat Dimas nggak keliru, soalnya Profesor Ilmu Saraf David J. Linden dalam laman John Hopkins Medicine menjelaskan kalau setelah lari, tubuh akan melepaskan endocannabinoids, yaitu zat kimia alami yang efeknya mirip dengan cannabis atau ganja.
Zat itu mengalir ke dalam darah dan masuk ke otak, sehingga membantu menurunkan stres, memberi rasa tenang, dan meningkatkan respons fisik serta mental saat menghadapi situasi yang menekan.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315900/original/025171800_1755176259-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__72_of_75_.jpg)
