FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Warga Negara Indonesia (WNI) asal Banten, Syifa jadi karena pekerjaannya sebagai tentara Amerika Serikat (AS). Muncul pertanyaan, bagaimana gajinya?
Sebelumnya, Syifa viral setelah videonya diantar kedua orang tuanya di bandara mengenakan seragam tentara viral di media sosial. Ibu Syifa, Safitri mengonfirmasi hal itu.
Safitri bilang anaknya tergabung dalam National Guard atau Garda Nasional Amerika serikat. Posisinya di kantor mengurusi. Bagian administrasi.
Dia mengaku mulanya khawatir saat megetahui anaknya menjadi tentara di AS. Tapi setelah mengetahui posisinya, dia tidak tidak lagi terlalu mengkhawatirkannya.
Sebelum Syifa mendaftar ke militer AS, pihak keluarga memastikan sejumlah hal.
Perkiraan Gaji Tentara Amerika Serikat
Secara umum, anggota Garda Nasional menerima gaji berdasarkan sistem penggajian militer Amerika Serikat yang dihitung dari pangkat dan masa dinas. Untuk prajurit tingkat awal, gaji yang diterima berupa gaji pokok bulanan yang nilainya cukup kompetitif dibandingkan banyak pekerjaan sipil.
Jika Syifa masih berada pada pangkat awal, estimasi gaji pokok yang diterima berada di kisaran 1.600 hingga 2.000 dolar AS per bulan. Angka ini setara sekitar Rp27 juta hingga Rp34 juta per bulan, tergantung kurs yang berlaku.
Namun, sebagai anggota Garda Nasional, penghasilan tidak hanya berasal dari gaji pokok. Ada pula tambahan penghasilan berupa tunjangan tertentu, seperti tunjangan makan, tunjangan perumahan, serta kompensasi berdasarkan jenis latihan atau penugasan.
Bila digabungkan dengan berbagai tunjangan tersebut, total pendapatan bulanan bisa meningkat signifikan. Dalam kondisi tertentu, total pendapatan bisa mendekati 2.900 dolar AS per bulan atau sekitar Rp49 juta.
Gaji tahunan anggota Garda Nasional rata-rata berada di kisaran 35 ribu dolar AS per tahun. Nominal ini mencerminkan kombinasi gaji pokok dan kompensasi yang diterima selama satu tahun masa dinas.
Besaran gaji juga sangat dipengaruhi oleh lama pengabdian. Semakin lama masa dinas dan semakin tinggi pangkat yang diraih, maka gaji pokok akan otomatis naik mengikuti tabel penggajian militer.
Selain penghasilan rutin, anggota Garda Nasional juga memperoleh berbagai fasilitas non-tunai. Di antaranya adalah jaminan kesehatan, asuransi, pelatihan profesional, serta akses pendidikan yang sebagian ditanggung negara.
Bagi Syifa, karier di Garda Nasional bukan hanya soal gaji, tetapi juga soal pengalaman, disiplin, dan peluang pengembangan diri. Penghasilan yang diterima menjadi konsekuensi dari tanggung jawab dan risiko yang dijalani sebagai prajurit.
Secara keseluruhan, bila dilihat dari struktur penghasilan dan fasilitas yang diperoleh, gaji Syifa sebagai tentara Garda Nasional Amerika Serikat tergolong layak dan stabil. Angka pastinya bisa berbeda, bergantung pada pangkat, masa dinas, dan jenis penugasan yang dijalani. (Arya/Fajar)





