Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkap alasan bergabungnya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang dipimpin Presiden AS, Donald Trump.
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan agar perdamaian di antara Israel dan Palestina bisa segera tercapai.
"Kalau secara kehendak, ya tentunya Bapak Presiden akan mempertimbangkan untuk bergabung karena yang penting kan tujuannya. Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza," kata Prasetyo kepada wartawan, Kamis (22/1).
Indonesia bersama 7 negara Islam atau mayoritas muslim sepakat menerima undangan Trump untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Keputusan itu tertuang dalam pernyataan bersama Menlu RI dengan menlu negara lainnya yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Saat ini, sejumlah pemimpin negara, termasuk Presiden Prabowo, sedang menghadiri World Economic Forum (WEF). WEF merupakan wadah pertemuan bagi para pemimpin paling berpengaruh di dunia untuk membahas tantangan global.
Selain Indonesia dan 7 negara Islam itu, sejumlah negara telah memutuskan bergabung Dewan Perdamaian bentukan Trump seperti Israel, Vietnam, Hungaria, Argentina, Maroko, Kazakhstan, dan Uzbekistan.
Dikabarkan ada 60-an negara yang diundang Trump untuk bergabung. Namun, untuk saat ini China dan negara-negara Uni Eropa mengabaikan tawaran Trump.



