Grid.ID- Sinopsis drama China Swords into Plowshares menjadi sorotan menjelang penayangannya yang dijadwalkan pada 23 Januari mendatang. Drama sejarah ini dibintangi Bai Yu dan Zhou Yu Tong, serta mengangkat kisah epik dari masa Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan hingga awal Dinasti Song Utara.
Latar cerita berada di tengah periode paling kacau dalam sejarah China, ditandai perang, perebutan kekuasaan, dan penderitaan rakyat. Swords into Plowshares tidak hanya menampilkan konflik politik dan militer, tetapi juga perjalanan batin para tokoh yang mencari jalan menuju perdamaian.
Kisah ini menyoroti tanggung jawab seorang pemimpin di tengah kehancuran tatanan negara. Melalui sudut pandang sejarah, drama ini menggambarkan bagaimana pengorbanan dapat menjadi kunci persatuan. Lebih lengkapnya, inilah sinopsis drama China Swords into Plowshares, sebagaimana dikutip dari Mydramalist, Kamis (22/1/2026).
Sinopsis Drama China Swords into Plowshares
Tokoh utama dalam drama ini, Qian Hong Chu diperankan oleh Bai Yu. Ia adalah penguasa Kerajaan Wuyue yang tumbuh dan memimpin di era Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan, sebuah masa yang sarat dengan kehancuran, konflik bersenjata, dan intrik politik. Qian Hong Chu memikul tanggung jawab besar atas keselamatan rakyat dan stabilitas wilayah yang dipimpinnya.
Sebagai raja, ia harus membersihkan istana dari para menteri licik, menghadapi musuh-musuh kuat dari luar, serta menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyatnya. Di tengah tekanan politik dan ancaman perang, Qian Hong Chu digambarkan sebagai sosok pemimpin yang berusaha mengutamakan kepentingan rakyat di atas ambisi pribadi.
Selain Qian Hong Chu, drama China ini juga menyoroti dua tokoh penting lainnya, yakni Zhao Kuang Yin dan Guo Rong. Ketiganya digambarkan sebagai pemuda ambisius yang hidup di tengah pergolakan dinasti dan runtuhnya tatanan lama. Mereka menyaksikan langsung penderitaan rakyat akibat perang tanpa akhir.
Guo Rong, yang diperankan Yu Hao Ming, berjuang memulihkan tatanan negara di tengah gunungan mayat dan lautan darah. Sementara itu, Zhao Kuang Yin yang diperankan Zhu Ya Wen, kelak mendirikan Dinasti Song Utara.
Ia dikenal menerapkan disiplin militer yang ketat, memberantas korupsi, menstabilkan kehidupan rakyat, serta menahan diri dalam penggunaan kekuatan militer. Seiring waktu, ketiga tokoh ini menyadari bahwa hanya persatuan negara yang dapat membebaskan negeri dari bencana dan penderitaan akibat perang berkepanjangan.
Puncak cerita drama ini terjadi pada tahun ketiga era Taiping Xingguo di Dinasti Song Utara. Menghadapi kekuatan besar Song Utara dan mendengar harapan rakyat akan kedamaian, Qian Hong Chu mengambil keputusan bersejarah. Ia memilih menyerahkan wilayah Wuyue dan tunduk kepada Dinasti Song.
Keputusan tersebut bukanlah tanda kekalahan, melainkan pengorbanan besar demi menghentikan pertumpahan darah dan mewujudkan perdamaian di seluruh negeri. Langkah Qian Hong Chu menjadi simbol transformasi dari pedang menuju bajak, dari perang menuju pembangunan.
Drama China Swords into Plowshares ini akan menghadirkan gambaran luas tentang kondisi negeri pada masa itu. Drama ini melukiskan panorama epik dari Dataran Tengah yang dipenuhi kobaran api peperangan, panji-panji perang yang berkibar, hingga wilayah Wuyue yang relatif makmur dengan pasar-pasar yang berkilauan seperti untaian mutiara.
Zaman tersebut digambarkan sebagai era penuh kekacauan dan perebutan kekuasaan. Banyak kerajaan berdiri dan runtuh dalam waktu singkat, sementara rakyat menjadi korban dari ambisi para penguasa. Melalui visual dan narasi sejarah, drama ini menekankan betapa beratnya dampak perang berkepanjangan terhadap kehidupan masyarakat.
Drama Swords into Plowshares dibintangi oleh Bai Yu sebagai Qian Hong Chu dan Zhou Yu Tong sebagai Sun Tai Zhen. Selain itu, Yu Hao Ming memerankan Guo Rong, Dong Yong sebagai Feng Dao, dan Zhu Ya Wen sebagai Zhao Kuang Yin. Deretan aktor ini memperkuat narasi sejarah yang sarat emosi dan konflik.
Swords into Plowshares dijadwalkan tayang mulai 23 Januari dan dapat disaksikan melalui platform iQiyi, Mano TV, serta Tencent Video. Dengan kisah sejarah yang mendalam dan pesan kuat tentang perdamaian, sinopsis drama China ini menjanjikan tontonan epik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna sejarah dan kemanusiaan. (*)
Artikel Asli



