Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyampaikan kondisi terkini di Kamboja, usai terjadi eksodus pekerja scam di negara tersebut. Tak hanya WNI yang mencoba keluar dari negeri tersebut, tapi juga sejumlah warga negara lain seperti Jepang hingga Turki.
"Ada dari Tiongkok, Vietnam, Filipina, Pakistan, Myanmar, India bahkan dari Jepang atau Korsel, Juga ada dari Turki," kata Santo, Kamis (22/1).
"Jadi, ini bukan permasalahan eksklusif dari Indonesia dan ini cukup masif," sambungnya.
Santo eksodus ini terjadi akibat sejumlah bos bisnis scam yang kena gerebek otoritas Kamboja. Setelah mereka tertangkap, perusahaan-perusahaan scam ini membebaskan pekerjanya untuk pergi.
"Baru-baru ini terjadi penangkapan terhadap beberapa yang dianggap mastermind dan pengelola utama online scam center ini di Kamboja. Tentang WN tiongkok, dan ada WN Kamboja, dengan penangkapan mereka-mereka maka banyak sekali center-center yang close of. Ketika tutup operasi, maka WN asing yang bekerja pada operasi sindikat penipuan online tersebut dibiarkan untuk keluar, atau keluar aja gitu, dan banyak di antaranya mereka berhamburan untuk cari mekanisme pulang ke negara masing-masing," kata Santo.
Santo menjelaskan, mereka kabur dari sejumlah pusat-pusat scam, seperti di Phnom Penh dan Sihanoukville.
"Ada juga yang di Banteay Meanche, sekitar 6 jam (perjalanan) darat dari sini (Phnom Penh), atau Mondulkiri yang 7 jam dari sini, yang ternyata lebih deket ke Vietnam dari Phnom Penh," tutup Santo.



