FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Petani wanita asal Banten yang juga konten kreator, Neneng Rosdiyana menyentil pemangku kebijakan. Setelah muncul wacana pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diangkat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (SPPG).
Secara satire, Neneng melalui akun Facebooknya dengan pengikut 84 ribu itu, meminta orang tua menyuruh anaknya mengganti cita-cita. Jika ingin menjadi guru.
“Jika anakmu bercita-cita ingin jadi guru, lebih baik suruh ia ganti cita-citanya saja,” tulis Neneng dikutip Rabu (21/1/2026).
DIa mengungkapkan, di negeri ini, urusan perut dan yang di bawahnya lebih mendesak. Ketimbang otak dan akhlak.
Karenanya, cita-cita jadi guru itu diganti saja menjadi Pegawai SPPG. Agar masa depan lebih terjamin.
“Dinegeri dimana urusan perut dan bawah perut jauh lebih utama dan mendesak dibanding urusan otak dan akhlak maka jadi aparat dan petugas SPPG mungkin jalan ninja yang terbaik buat masa depannya,” ujarnya.
DIketahui, Neneg merupakan petani perempuan yang mulanya dikenal setelah mengambil alih akun Marxisme Indonesia. Akun itu dia ubah menjadi Nenegisme.
Di dalam kehidupan harianyya, dia melakukan gerakan pemberdayaan perempuan tani. Di media sosial, dia kerap mengunggah postingan yang mengkritik ketidakadilan sosial.
Salah satunya terkait wacana Pegawai SPPPG diangkat jadi PPPK. Itu jadi sorotan mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak awal menuai kritik dari berbagai kalangan.
Apalagi, dapur SPPG dikeola swasta, sementara itu pegawainya akan diangkat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Di sisi lain, wacana itu dibandingkan dengan nasib guru. Mengingat banyak guru yang telah lama mengabdi tapi tak kunjung diangkat jadi ASN.
(Arya/Fajar)




